
27 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Hemoroid Dapat Mengganggu Kualitas Hidup
Hemoroid atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai wasir atau ambeien merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh orang dewasa. Meskipun tidak selalu berbahaya, hemoroid dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, perdarahan saat buang air besar, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Banyak penderita merasa malu untuk memeriksakan diri sehingga pengobatan sering kali terlambat. Padahal, apabila ditangani sejak dini, sebagian besar kasus hemoroid dapat diatasi tanpa operasi.
Di RSU Budi Kemuliaan, layanan Poliklinik Bedah Umum siap membantu diagnosis, pengobatan, hingga tindakan bedah apabila diperlukan, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Apa Itu Hemoroid?
Hemoroid adalah pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus atau bagian bawah rektum yang dapat menyebabkan keluhan seperti nyeri, gatal, benjolan, maupun perdarahan saat buang air besar.
Sebenarnya, setiap orang memiliki bantalan pembuluh darah (hemorrhoidal cushions) yang berfungsi membantu proses menahan keluarnya feses dan gas. Masalah muncul ketika bantalan tersebut mengalami pembengkakan akibat peningkatan tekanan yang berlangsung terus-menerus.
Hemoroid bukan merupakan kanker dan tidak meningkatkan risiko kanker usus besar, tetapi gejalanya dapat menyerupai penyakit lain yang lebih serius sehingga tetap memerlukan pemeriksaan dokter.
Jenis-Jenis Hemoroid
1. Hemoroid Internal
Hemoroid internal berada di dalam rektum sehingga umumnya tidak tampak dari luar.
Gejala yang sering muncul:
Perdarahan merah segar saat BAB
Tidak terasa nyeri pada tahap awal
Benjolan dapat keluar saat mengejan pada stadium lanjut
Hemoroid internal dibagi menjadi beberapa derajat:
Derajat I
Tidak keluar dari anus
Umumnya hanya menyebabkan perdarahan
Derajat II
Keluar saat BAB tetapi dapat masuk kembali dengan sendirinya
Derajat III
Keluar saat BAB dan harus didorong kembali menggunakan tangan
Derajat IV
Keluar terus-menerus dan tidak dapat dimasukkan kembali
2. Hemoroid Eksternal
Hemoroid eksternal berada di bawah kulit sekitar anus.
Gejalanya meliputi:
Benjolan di sekitar anus
Nyeri terutama saat duduk
Gatal
Bengkak
Dapat terjadi bekuan darah (hemoroid trombosis) yang menimbulkan nyeri hebat secara mendadak.
Apa Penyebab Hemoroid?
Hemoroid terjadi akibat meningkatnya tekanan pada pembuluh darah di daerah anus.
Beberapa penyebab yang paling sering antara lain:
Sering mengejan saat BAB
Konstipasi (sembelit) kronis
Diare kronis
Duduk terlalu lama, terutama di toilet
Kurang konsumsi serat
Kurang minum air putih
Kehamilan
Obesitas
Mengangkat beban berat secara berulang
Pertambahan usia yang menyebabkan jaringan penyangga pembuluh darah melemah
Siapa yang Berisiko Mengalami Hemoroid?
Risiko hemoroid meningkat pada:
Orang dengan pola makan rendah serat
Pekerja yang duduk dalam waktu lama
Ibu hamil
Lansia
Penderita obesitas
Individu dengan riwayat konstipasi kronis
Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan hemoroid
Gejala Hemoroid
Keluhan yang dapat muncul antara lain:
Perdarahan merah segar saat BAB
Benjolan di sekitar anus
Nyeri saat duduk
Rasa mengganjal setelah BAB
Gatal di sekitar anus
Keluar lendir
Sulit membersihkan area anus
Bengkak di sekitar anus
Pada hemoroid trombosis, nyeri dapat muncul secara tiba-tiba dan sangat hebat.
Apakah Semua Perdarahan Saat BAB Disebabkan Hemoroid?
Tidak.
Perdarahan saat BAB juga dapat disebabkan oleh:
Fisura ani (robekan pada anus)
Polip usus
Penyakit radang usus
Divertikular
Kanker kolorektal
Karena itu, setiap perdarahan saat BAB sebaiknya diperiksa oleh dokter, terutama bila disertai:
Penurunan berat badan
Anemia
Perubahan pola BAB
Riwayat kanker usus dalam keluarga
Usia di atas 45 tahun
Bagaimana Diagnosis Hemoroid?
Dokter akan melakukan:
Wawancara Medis
Meliputi:
Riwayat perdarahan
Frekuensi BAB
Pola makan
Riwayat penyakit
Pemeriksaan Fisik
Termasuk pemeriksaan daerah anus.
Pemeriksaan Penunjang
Bila diperlukan dapat dilakukan:
Anoskopi
Rektoskopi
Sigmoidoskopi
Kolonoskopi (untuk menyingkirkan penyebab perdarahan lain terutama pada pasien dengan faktor risiko tertentu)
Bagaimana Pengobatan Hemoroid?
Penanganan disesuaikan dengan derajat dan tingkat keparahan penyakit.
1. Perubahan Gaya Hidup
Merupakan terapi utama terutama pada hemoroid ringan.
Meliputi:
Meningkatkan konsumsi serat
Minum air putih minimal 2 liter per hari (disesuaikan kondisi kesehatan)
Tidak mengejan terlalu kuat
Tidak menunda BAB
Rutin berolahraga
Menghindari duduk terlalu lama di toilet
2. Pengobatan
Dokter dapat memberikan:
Salep atau krim hemoroid
Obat antiinflamasi sesuai indikasi
Pelunak feses
Obat pereda nyeri bila diperlukan
Pengobatan harus digunakan sesuai anjuran dokter.
3. Tindakan Non Operasi
Pada kondisi tertentu dokter dapat melakukan:
Rubber Band Ligation (RBL)
Skleroterapi
Koagulasi inframerah (Infrared Coagulation)
Tindakan ini dilakukan terutama pada hemoroid internal dengan derajat tertentu.
4. Operasi Hemoroid (Hemoroidektomi)
Operasi dipertimbangkan bila:
Hemoroid derajat III–IV
Perdarahan berulang
Nyeri berat
Hemoroid trombosis berulang
Terapi konservatif tidak memberikan perbaikan
Saat ini tersedia berbagai teknik operasi yang bertujuan mengurangi nyeri pascaoperasi dan mempercepat pemulihan sesuai kondisi pasien.
Bagaimana Cara Mencegah Hemoroid?
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
✔ Konsumsi makanan tinggi serat (sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian)
✔ Minum air putih yang cukup
✔ Jangan menunda BAB
✔ Hindari mengejan terlalu kuat
✔ Berolahraga secara rutin
✔ Jaga berat badan ideal
✔ Hindari duduk terlalu lama
✔ Jangan terlalu lama bermain ponsel saat di toilet
Mitos dan Fakta Seputar Hemoroid
Mitos: Hemoroid hanya dialami orang tua.
Fakta: Hemoroid dapat terjadi pada semua usia, terutama pada individu dengan konstipasi kronis, ibu hamil, atau pekerja yang sering duduk lama.
Mitos: Semua hemoroid harus dioperasi.
Fakta: Sebagian besar hemoroid ringan dapat membaik dengan perubahan pola hidup, konsumsi serat, dan pengobatan yang tepat.
Mitos: Duduk di lantai dingin menyebabkan ambeien.
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah bahwa duduk di lantai dingin menyebabkan hemoroid. Penyebab utamanya adalah peningkatan tekanan pada pembuluh darah anus.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera berkonsultasi apabila mengalami:
Perdarahan saat BAB yang berulang
Benjolan yang semakin besar
Nyeri hebat
Keluar darah dalam jumlah banyak
BAB berwarna hitam
Berat badan turun tanpa sebab
Keluhan tidak membaik meskipun telah mengubah pola makan
Pemeriksaan dini membantu memastikan penyebab perdarahan dan menentukan terapi yang tepat.
Layanan Bedah Umum RSU Budi Kemuliaan
RSU Budi Kemuliaan menyediakan pelayanan diagnosis dan penanganan hemoroid secara menyeluruh melalui Poliklinik Bedah Umum.
Layanan meliputi:
✔ Konsultasi Dokter Spesialis Bedah
✔ Pemeriksaan hemoroid dan penyakit anorektal
✔ Pengobatan konservatif
✔ Tindakan non-operatif sesuai indikasi
✔ Operasi hemoroid dengan teknik yang disesuaikan kondisi pasien
✔ Edukasi pola hidup sehat untuk mencegah kekambuhan
Dengan dukungan tenaga medis yang profesional dan fasilitas yang memadai, RSU Budi Kemuliaan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pasien.
Kesimpulan
Hemoroid merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus yang dapat menyebabkan perdarahan, benjolan, nyeri, dan rasa tidak nyaman saat buang air besar. Meskipun sering dianggap sepele, hemoroid dapat mengganggu kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.
Sebagian besar kasus dapat diatasi melalui perubahan gaya hidup, pola makan tinggi serat, serta pengobatan yang tepat. Namun, pada kondisi tertentu diperlukan tindakan medis atau operasi.
Apabila Anda mengalami perdarahan saat BAB atau keluhan di sekitar anus, jangan menunda untuk berkonsultasi. Penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.
Sumber
Hawkins, A. T., Lightner, A. L., Paquette, I. M., et al (2024). The American Society of Colon and Rectal Surgeons Clinical Practice Guidelines for the Management of Hemorrhoids. Diseases of the Colon & Rectum, 67(5), 614–623. https://doi.org/10.1097/DCR.0000000000003276
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Bedah dan Edukasi Penyakit Saluran Cer
Berita Terbaru