

7 hari yang lalu
Campak merupakan penyakit infeksi virus dengan tingkat penularan yang sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, ensefalitis, hingga kematian. Risiko komplikasi lebih besar pada anak-anak, individu dengan penyakit penyerta (komorbid), serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Pada tahun 2026, peningkatan kasus campak dan penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian penting dalam sistem kesehatan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan klinis yang lebih tinggi serta kesiapsiagaan sistem kesehatan yang terintegrasi untuk mencegah penyebaran penyakit secara luas.
Sebagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi, pengendalian campak sangat bergantung pada cakupan vaksinasi yang optimal dan tercapainya herd immunity minimal 95% di masyarakat.
Apa Itu Campak?
Campak adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Measles virus, anggota genus Morbillivirus dari famili Paramyxoviridae. Virus ini menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebar ke berbagai organ tubuh.
Campak dikenal sebagai salah satu penyakit dengan tingkat penularan tertinggi di dunia. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada 12–18 orang lain yang belum memiliki kekebalan.
Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, ruam kulit khas, serta gejala pernapasan seperti batuk dan pilek.
Cara Penularan Campak
Virus campak menyebar melalui:
Droplet pernapasan saat penderita batuk atau bersin
Kontak langsung dengan sekret hidung atau tenggorokan penderita
Udara di ruangan tertutup yang telah terkontaminasi virus
Virus campak dapat bertahan di udara atau permukaan hingga sekitar 2 jam, sehingga penularannya sangat mudah terjadi, terutama di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti sekolah, rumah tangga, dan fasilitas kesehatan.
Seseorang yang terinfeksi sudah dapat menularkan virus sejak 4 hari sebelum muncul ruam hingga 4 hari setelah ruam muncul.
Gejala Campak
Gejala campak biasanya muncul setelah masa inkubasi sekitar 7–14 hari setelah terpapar virus.
Gejala awal meliputi:
Demam tinggi
Batuk
Pilek
Mata merah (konjungtivitis)
Lemas dan penurunan nafsu makan
Beberapa hari kemudian muncul:
Bintik Koplik di dalam mulut
Ruam merah pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh
Pada sebagian pasien, terutama kelompok berisiko, campak dapat berkembang menjadi komplikasi serius.
Komplikasi Campak
Walaupun sering dianggap penyakit anak yang ringan, campak dapat menyebabkan komplikasi berat, seperti:
Pneumonia (radang paru) – penyebab kematian paling sering pada campak
Ensefalitis (radang otak) yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis
Diare berat dan dehidrasi
Infeksi telinga (otitis media)
Kematian
Komplikasi lebih sering terjadi pada:
Anak usia di bawah 5 tahun
Orang dewasa dengan penyakit kronis
Individu dengan gangguan sistem imun
Anak dengan status gizi buruk
Mengapa KLB Campak Bisa Terjadi?
KLB campak biasanya terjadi ketika jumlah individu yang tidak memiliki kekebalan meningkat di suatu populasi.
Beberapa faktor yang berkontribusi antara lain:
Penurunan cakupan imunisasi
Keterlambatan vaksinasi pada anak
Mobilitas penduduk yang tinggi
Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksin
Terjadinya kantong populasi yang belum tervaksinasi
Untuk mencegah penularan luas, diperlukan cakupan imunisasi minimal 95% agar tercapai herd immunity.
Upaya Pengendalian KLB Campak
Dalam situasi KLB, pengendalian campak dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif, meliputi:
1. Peningkatan surveilans penyakit
Deteksi dini dan pelaporan kasus secara cepat sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
2. Imunisasi tambahan (Outbreak Response Immunization)
Dilakukan untuk meningkatkan kekebalan populasi di wilayah terdampak.
3. Pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan
Pasien dengan dugaan campak perlu dilakukan isolasi untuk mencegah penularan kepada pasien lain.
4. Perlindungan tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan dianjurkan memiliki status imunisasi campak yang lengkap untuk mengurangi risiko infeksi.
Pencegahan Campak
Langkah paling efektif untuk mencegah campak adalah imunisasi.
Di Indonesia, vaksin campak diberikan melalui program imunisasi rutin dalam bentuk vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
Melengkapi imunisasi sesuai jadwal
Menghindari kontak dengan penderita campak
Menjaga kebersihan tangan
Menggunakan masker pada kondisi sakit
Segera memeriksakan diri jika muncul gejala
Imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu melindungi masyarakat melalui herd immunity.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
Demam tinggi disertai ruam pada kulit
Batuk, pilek, dan mata merah yang disertai ruam
Anak tampak lemas atau sulit makan dan minum
Sesak napas atau penurunan kesadaran
Pemeriksaan dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi serta mengurangi risiko penularan ke orang lain.
Kesimpulan
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius. Munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah menjadi pengingat penting bahwa pengendalian campak sangat bergantung pada cakupan imunisasi yang tinggi, surveilans penyakit yang kuat, serta kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dan lingkungannya.
Dengan imunisasi yang lengkap dan deteksi dini, penyebaran campak dapat dicegah sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Sumber
World Health Organization (WHO). Measles Fact Sheet
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/measles
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Measles (Rubeola)
https://www.cdc.gov/measles/index.html
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Surveilans Campak dan Rubella
https://www.kemkes.go.id
UNICEF & WHO. Progress Toward Regional Measles Elimination
https://www.who.int/teams/immunization-vaccines-and-biologicals/diseases/measles
Heymann DL. Control of Communicable Diseases Manual. Measles. American Public Health Association.

23 hari yang lalu
Ginjal adalah organ vital yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Sayangnya, banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan ginjal ketika fungsinya sudah menurun drastis dan memerlukan tindakan seperti hemodialisa. Padahal, menjaga ginjal bisa dimulai dari kebiasaan sederhana: cukup minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi.
Artikel ini akan membahas pentingnya menjaga kesehatan ginjal, tanda penurunan fungsi ginjal, hingga kapan seseorang memerlukan hemodialisa.
Apa Itu Hemodialisa?
Hemodialisa adalah prosedur medis untuk menggantikan sebagian fungsi ginjal ketika ginjal tidak lagi mampu menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah secara optimal.
Dalam kondisi normal, ginjal:
Menyaring racun dan sisa metabolisme
Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit
Mengontrol tekanan darah
Membantu pembentukan sel darah merah
Ketika fungsi ginjal menurun secara signifikan, zat berbahaya akan menumpuk dalam tubuh dan dapat mengancam nyawa. Pada tahap inilah hemodialisa diperlukan.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Ginjal
Menjaga kesehatan ginjal bukan hanya untuk mencegah penyakit berat, tetapi juga untuk mempertahankan kualitas hidup yang baik.
1. Cukup Minum Air Putih
Air putih membantu ginjal:
Melarutkan dan membuang racun melalui urin
Mencegah pembentukan batu ginjal
Menjaga keseimbangan cairan tubuh
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, namun secara umum dianjurkan minum sekitar 1,5–2 liter per hari (disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing).
2. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Pola makan sehat membantu meringankan kerja ginjal. Prinsip yang bisa diterapkan:
Batasi konsumsi garam
Kurangi makanan tinggi lemak jenuh
Hindari konsumsi gula berlebihan
Perbanyak sayur dan buah sesuai kebutuhan
Penyakit seperti diabetes dan hipertensi adalah penyebab utama gagal ginjal. Dengan pola makan sehat, risiko tersebut bisa ditekan.
3. Kontrol Penyakit Penyerta
Menurut berbagai data kesehatan global, dua penyebab utama gagal ginjal kronis adalah:
Diabetes Mellitus
Hipertensi
Jika tidak terkontrol, kedua kondisi ini dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal secara perlahan.
Tanda dan Gejala Penurunan Fungsi Ginjal
Penurunan fungsi ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, ketika filtrasi ginjal mulai berkurang, keluhan yang dapat muncul antara lain:
Mudah lelah
Bengkak pada kaki atau wajah
Penurunan nafsu makan
Mual dan muntah
Perubahan frekuensi atau jumlah urin
Sesak napas (akibat penumpukan cairan)
Pemeriksaan laboratorium seperti ureum, kreatinin, dan laju filtrasi glomerulus (GFR) diperlukan untuk menilai fungsi ginjal.
Kapan Harus Melakukan Hemodialisa?
Hemodialisa umumnya dilakukan pada pasien dengan:
Gagal ginjal kronis stadium akhir
Laju filtrasi glomerulus (GFR) sangat rendah
Gejala uremia berat
Penumpukan cairan yang tidak terkontrol
Gangguan elektrolit berat yang tidak membaik dengan terapi
Pada kondisi ini, ginjal sudah tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga mesin hemodialisa membantu menyaring darah dari zat sisa dan cairan berlebih.
Biasanya prosedur dilakukan 2–3 kali per minggu, masing-masing selama sekitar 4–5 jam, tergantung kondisi pasien.
Pencegahan Lebih Baik daripada Pengobatan
Hemodialisa bukanlah hal yang ringan. Selain membutuhkan komitmen waktu dan biaya, prosedur ini juga berdampak pada kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, pencegahan jauh lebih baik.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan:
✅ Minum air putih cukup
✅ Makan bergizi seimbang
✅ Rutin cek tekanan darah dan gula darah
✅ Hindari konsumsi obat tanpa pengawasan medis
✅ Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko
Kesimpulan
Ginjal memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan tubuh. Ketika fungsi ginjal menurun dan filtrasi berkurang secara signifikan, hemodialisa menjadi terapi yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan.
Namun, menjaga kesehatan ginjal sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana setiap hari: cukup minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta mengontrol penyakit seperti diabetes dan hipertensi.
Jangan tunggu hingga gejala muncul. Sayangi ginjal Anda sejak dini untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Sumber Ilmiah (Valid & Tepercaya)
1. World Health Organization (WHO). Reducing the burden of noncommunicable diseases through promotion of kidney health and strengthening prevention and control of kidney disease.
https://apps.who.int/gb/ebwha/pdf_files/WHA78/A78_R6-en.pdf
2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Chronic Kidney Disease in the United States, 2023.
https://www.cdc.gov/kidney-disease/media/pdfs/CKD-Factsheet-H.pdf
3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Chronic Kidney Disease (CKD) – Causes, Diagnosis, and Prevention.
https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/chronic-kidney-disease-ckd
4. National Kidney Foundation (NKF). Kidney Disease: Fact Sheet.
https://www.kidney.org/about/kidney-disease-fact-sheet
5. World Health Organization (WHO). World Health Assembly Resolution on Kidney Health.
(pengakuan global tentang pentingnya CKD sebagai prioritas kesehatan)
https://apps.who.int/gb/ebwha/pdf_files/EB156/B156_CONF6-en.pdf
6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Chronic Kidney Disease Basics.
https://www.cdc.gov/kidney-disease/about/index.html

1 bulan yang lalu
Virus Nipah merupakan salah satu penyakit infeksi virus yang tergolong langka namun sangat berbahaya. Penyakit ini termasuk dalam kelompok zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Meskipun kasusnya tidak sering terjadi, virus Nipah memiliki angka kematian yang tinggi dan berpotensi menimbulkan wabah serius jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai virus Nipah sangat penting sebagai upaya kewaspadaan dan pencegahan dini.
Apa Itu Virus Nipah?
Virus Nipah adalah virus RNA dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998–1999 saat terjadi wabah ensefalitis di Malaysia.
Reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar pemakan buah (Pteropus). Penularan ke manusia dapat terjadi secara langsung maupun melalui perantara hewan lain, seperti babi.
Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit mulai dari infeksi tanpa gejala hingga penyakit berat berupa gangguan pernapasan akut dan radang otak (ensefalitis).
Cara Penularan Virus Nipah
Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa cara, antara lain:
Kontak langsung dengan hewan terinfeksi (kelelawar atau babi)
Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi (misalnya nira kurma yang terkontaminasi air liur kelelawar)
Kontak erat dengan penderita virus Nipah
Paparan cairan tubuh penderita, seperti droplet pernapasan
Penularan antar manusia telah dilaporkan, terutama pada kontak dekat di fasilitas kesehatan atau lingkungan keluarga.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Gejala infeksi virus Nipah sangat bervariasi dan dapat berkembang dengan cepat. Gejala awal meliputi:
Demam
Sakit kepala
Nyeri otot
Mual dan muntah
Sakit tenggorokan
Pada kondisi yang lebih berat, pasien dapat mengalami:
Gangguan pernapasan
Penurunan kesadaran
Kejang
Ensefalitis (radang otak)
Koma
Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4–14 hari, namun pada beberapa kasus dapat lebih panjang.
Siapa yang Berisiko Terinfeksi Virus Nipah?
Risiko infeksi virus Nipah lebih tinggi pada:
Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan populasi kelelawar buah
Peternak atau pekerja yang kontak dengan hewan
Tenaga kesehatan yang merawat pasien terinfeksi
Keluarga atau kontak erat penderita
Kewaspadaan khusus diperlukan pada daerah yang pernah melaporkan kasus virus Nipah.
Mengapa Virus Nipah Tidak Boleh Disepelekan?
Virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang tinggi, dilaporkan mencapai 40–75% pada beberapa wabah. Hingga saat ini, belum tersedia obat antivirus spesifik maupun vaksin yang disetujui secara luas untuk virus Nipah.
Komplikasi serius yang dapat terjadi meliputi:
Ensefalitis berat
Gagal napas
Gangguan neurologis jangka panjang
Kematian
Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan merupakan langkah paling penting.
Pencegahan Infeksi Virus Nipah
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
Menghindari konsumsi makanan atau minuman yang berisiko terkontaminasi
Menghindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan sakit
Menerapkan kebersihan tangan yang baik
Menggunakan alat pelindung diri saat merawat pasien
Melakukan isolasi dan pengendalian infeksi yang ketat di fasilitas kesehatan
Edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah penularan virus Nipah.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
Demam tinggi disertai gangguan kesadaran
Sesak napas
Kejang
Riwayat kontak dengan hewan atau pasien terinfeksi
Penanganan dini dapat membantu menurunkan risiko komplikasi dan penularan lebih lanjut.
Kesimpulan
Virus Nipah merupakan penyakit infeksi zoonosis yang sangat serius dan berpotensi fatal. Meskipun jarang, dampaknya dapat sangat besar apabila terjadi wabah. Kewaspadaan, edukasi, dan pencegahan merupakan langkah utama untuk melindungi masyarakat dari ancaman virus Nipah.
Sumber Ilmiah (Valid & Tepercaya)
World Health Organization (WHO). Nipah Virus
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/nipah-virus
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Nipah Virus (NiV)
https://www.cdc.gov/vhf/nipah/index.html
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Emerging: Virus Nipah
https://www.kemkes.go.id
National Institutes of Health (NIH). Nipah Virus Infection
https://www.niaid.nih.gov/diseases-conditions/nipah-virus

2 bulan yang lalu
Sudahkan bunda melakukan pemeriksaan rutin (check up) buah hatinya?
Dengan melakukan pengecekan secara rutin si kecil, kita bisa mendeteksi risiko penyakit sejak dini, fokus belajar anak lebih baik dan dapat mencegah komplikasi yang lebih serius hingga meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Kapan terakhir kali bunda cek kesehatan si kecil?
Yuk disimak informasi berikut☺️
-----------------------------------------------------
Jangan lupa di follow akun media sosial lainnya :
Tiktok : lkbk1912
Facebook: Rumah Sakit Budi Kemuliaan
YouTube : RS Budi Kemuliaan Jakarta
-----------------------------------------------------
#ayosehat
#checkup
#pemeriksaanrutin
#anaksehat
#anaksemangat
#rsubudikemuliaan
#klinikutamabudikemuliaangrogol
#klinikpratamabudikemuliaanpekojan

2 bulan yang lalu
Musim hujan telah tiba, membawa udara yang lebih sejuk namun juga tantangan baru bagi kesehatan. Kelembapan tinggi dan genangan air sering kali menjadi pemicu berkembangnya berbagai penyakit, mulai dari flu, diare, hingga demam berdarah.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih waspada dan menjaga daya tahan tubuh selama musim hujan berlangsung.
Yuk simak langkah-langkah sederhana pada informasi berikut ☺️
#rsubudikemuliaan
#musimhujan
#pancaroba
#jagakesehatanmu
#hujan

3 bulan yang lalu
Halo #sahabatbudikemuliaan 👋
Influenza Type A (Flu A) bukan flu biasa. Virus ini cenderung memiliki gejala yang lebih berat, datang mendadak, dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan.
Mari simak Gejala dan Cara pencegahannya pada link youtube berikut : https://youtube.com/shorts/9H8uPX5zDv4?si=_CI4c_56GNwursTk
#flu
#i̇nfluenza
#virusinfluenza
#influenzatipea
#jagakesehatan
#vaksininfluenza
#lindungikeluarga
#rsubudikemuliaan
#klinikutamabudikemuliaangrogol
#klinikpratamabudikemuliaanpekojan
#stikesbudikemuliaan
#pelatihanbudikemuliaan

3 bulan yang lalu
Halo #sahabatbudikemuliaan 👋
Tahukah kamu ternyata ada sekitar 15 juta bayi lahir prematur setiap tahunnya, atau sekitar 1 dari 10 bayi yang lahir di seluruh dunia terlahir prematur.
Kelahiran prematur ini merupakan penyebab utama kematian anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Bayi prematur adalah bayi tang lahir sebelum mencapai usia kehamilan 37 minggu.
Kemungkinan kelahiran bayi prematur bisa dimulai sejak kehamilan dan membutuhkan perawatan khusus agar tumbuh kembangnya optimal.
Bagaimana cara pencegahan dan perawatannya? cek lebih lengkap di link berikut https://www.instagram.com/p/DRJGe3CEp5K/?img_index=1&igsh=MWZiN3JvY3BsZnBybQ==
Mari cegah prematur, dan cegah stunting!
#prematür
#bayiprematur
#bayiprematurindonesia
#cegahprematur
#hariprematur
#bayikecil
#bayikecilsehat
#rsubudikemuliaan
#klinikutamabudikemuliaangrogol
#klinikpratamabudikemuliaanpekojan