
+ 6221-3842828 ext. 0
rsbudikemuliaan@indo.net.id
Jl. Budi Kemuliaan No.25, RT.2/RW.4, Gambir, Jakarta Pusat
Promo
Berita
Langkah kecil hari ini, harapan besar untuk masa depan. Melalui kegiatan penyemaian sorgum, kita belajar bahwa setiap benih yang ditanam membutuhkan perhatian, kesabaran, dan proses untuk tumbuh menjadi sumber manfaat bagi banyak orang.
Sorgum dikenal sebagai tanaman yang kaya manfaat, bernilai gizi tinggi, dan memiliki daya tahan yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Semoga benih yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur dan memberikan hasil terbaik.
Menanam hari ini, memanen manfaat di masa depan.
Pada tanggal 28 Mei 2026 telah dilaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban di lingkungan Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan.
Qurban tahun ini terdiri dari:
🐐 11 ekor kambing
🐑 2 ekor domba
🐄 2 ekor sapi
Para Sohibul Qurban berasal dari lingkungan Lembaga Kesehatan, serta 1 ekor kambing merupakan sumbangan dari BSI yang telah menjadi mitra Budi Kemuliaan.
Terima kasih kepada seluruh Sohibul qurban dan seluruh panitia, semoga menjadi amal jariyah dan berkah untuk kita semua. Aamiin.
Pada hari Minggu, 31 Mei 2026 Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan mengikuti kegiatan CFD (Car Free Day) dengan memberikan pelayanan Skrining Kesehatan "GRATIS" kepada masyarakat sePadaperti tekanan darah, Berat Badan, saturasi oksigen dan pengukuran BMI (Body Mass Index)✨
Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama pengunjung CFD.
Selalu jaga kesehatan mu dan jangan lupa kunjungi Stand Kesehatan RS Budi Kemuliaan di CFD (Care Free Day)
Informasi Kesehatan
Menopause: Memahami Perubahan Alami pada Perempuan dan Cara Menjalaninya dengan Sehat
Menopause Bukan Akhir, Melainkan Fase Baru Kehidupan Perempuan
Setiap perempuan akan mengalami berbagai tahapan dalam siklus kehidupannya, mulai dari masa pubertas, kehamilan, persalinan, hingga memasuki masa menopause. Meski merupakan proses alami, menopause sering kali menimbulkan berbagai perubahan fisik maupun emosional yang dapat memengaruhi kualitas hidup jika tidak dipahami dengan baik.
Banyak perempuan menganggap menopause sebagai sesuatu yang menakutkan. Padahal, dengan edukasi yang tepat, pemantauan kesehatan rutin, dan dukungan medis yang baik, perempuan tetap dapat menjalani masa menopause secara sehat, aktif, dan produktif.
Sebagai rumah sakit yang memiliki keunggulan dalam layanan kesehatan ibu dan perempuan, RSU Budi Kemuliaan berkomitmen mendampingi perempuan pada setiap fase kehidupannya, termasuk dalam menghadapi masa menopause dengan nyaman dan sehat.
Apa Itu Menopause?
Menopause adalah kondisi ketika seorang perempuan berhenti mengalami menstruasi secara permanen akibat menurunnya fungsi ovarium dan produksi hormon reproduksi, terutama hormon estrogen dan progesteron.
Secara medis, menopause ditegakkan apabila seorang perempuan tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain yang mendasarinya.
Menopause merupakan bagian normal dari proses penuaan dan bukan suatu penyakit.
Kapan Menopause Terjadi?
Sebagian besar perempuan mengalami menopause pada usia 45–55 tahun, dengan rata-rata usia sekitar 51 tahun.
Namun, waktu terjadinya menopause dapat berbeda pada setiap perempuan, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti:
Faktor genetik
Gaya hidup
Status kesehatan
Riwayat operasi ovarium
Kemoterapi atau radioterapi tertentu
Kebiasaan merokok
Tahapan Menuju Menopause
1. Perimenopause
Merupakan masa transisi sebelum menopause yang dapat berlangsung beberapa tahun. Pada fase ini, kadar hormon mulai berfluktuasi sehingga muncul berbagai gejala meskipun menstruasi masih terjadi.
2. Menopause
Fase ketika menstruasi telah berhenti selama 12 bulan berturut-turut.
3. Pascamenopause
Merupakan periode setelah menopause yang berlangsung sepanjang sisa kehidupan perempuan. Pada fase ini, kadar estrogen tetap rendah sehingga beberapa risiko kesehatan perlu mendapat perhatian lebih.
Apa Penyebab Menopause?
Menopause terjadi karena berkurangnya jumlah dan fungsi folikel pada ovarium seiring bertambahnya usia.
Akibatnya:
Produksi estrogen menurun
Produksi progesteron menurun
Ovulasi berhenti
Menstruasi tidak terjadi lagi
Perubahan hormonal inilah yang menyebabkan berbagai gejala menopause.
Gejala Menopause yang Sering Dialami
Setiap perempuan dapat mengalami gejala yang berbeda-beda, baik dari segi jenis maupun tingkat keparahannya.
Gejala yang umum meliputi:
Gangguan Menstruasi
Siklus haid menjadi tidak teratur
Volume darah menstruasi berubah
Menstruasi semakin jarang hingga akhirnya berhenti
Hot Flashes (Rasa Panas Mendadak), Salah satu gejala yang paling sering terjadi. Ditandai dengan:
Sensasi panas pada wajah dan tubuh
Wajah kemerahan
Berkeringat berlebihan
Jantung berdebar
3. Keringat Malam
Sering menyebabkan gangguan tidur dan kelelahan pada siang hari.
4. Gangguan Tidur
Sulit tidur
Mudah terbangun
Tidur tidak nyenyak
5. Perubahan Suasana Hati
Mudah marah
Cemas
Sedih
Mood berubah-ubah
6. Penurunan Libido
Perubahan hormonal dapat memengaruhi gairah seksual pada sebagian perempuan.
7. Kekeringan Vagina
Penurunan estrogen menyebabkan jaringan vagina menjadi lebih tipis dan kering sehingga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.
8. Keluhan Lainnya
Nyeri sendi
Mudah lelah
Sulit berkonsentrasi
Penambahan berat badan
Rambut menipis
Risiko Kesehatan Setelah Menopause
Menopause tidak hanya memengaruhi sistem reproduksi, tetapi juga berbagai organ tubuh lainnya.
Beberapa kondisi yang risikonya meningkat setelah menopause antara lain:
1. Osteoporosis
Penurunan estrogen mempercepat pengeroposan tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang.
2. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Setelah menopause, risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, dan stroke meningkat.
3. Gangguan Metabolik, Termasuk:
Diabetes melitus
Kolesterol tinggi
Obesitas
4. Gangguan Dasar Panggul, Dapat berupa:
Inkontinensia urine (anyang-anyangan atau sulit menahan kencing)
Prolaps organ panggul
Apakah Menopause Bisa Diatasi?
Menopause adalah proses alami sehingga tidak perlu "diobati". Namun berbagai gejala yang mengganggu dapat dikelola agar kualitas hidup tetap baik.
Penanganan dapat meliputi:
1. Modifikasi Gaya Hidup
Pola makan sehat
Aktivitas fisik teratur
Tidur cukup
Mengelola stres
2. Konsumsi Nutrisi yang Tepat, Terutama:
Kalsium
Vitamin D
Protein
Buah dan sayuran
3. Pemeriksaan Kesehatan Berkala
Penting untuk mendeteksi dini berbagai penyakit yang risikonya meningkat setelah menopause.
4. Terapi Hormon Menopause
Pada beberapa perempuan dengan gejala berat, dokter dapat mempertimbangkan terapi hormon setelah dilakukan evaluasi menyeluruh. Terapi ini harus diberikan secara individual dan di bawah pengawasan dokter spesialis.
Tips Menjalani Masa Menopause dengan Sehat
Beberapa langkah yang dapat membantu perempuan tetap sehat dan aktif selama menopause:
Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu
Menjaga berat badan ideal
Mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D
Berhenti merokok
Membatasi konsumsi alkohol dan kafein berlebihan
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
Menjaga kesehatan mental dan sosial
Menopause bukan hambatan untuk tetap produktif dan berkarya.
Peran RSU Budi Kemuliaan dalam Mendampingi Kesehatan Perempuan
Sebagai rumah sakit yang memiliki keunggulan dalam layanan kesehatan ibu dan perempuan, RSU Budi Kemuliaan tidak hanya mendampingi perempuan selama masa kehamilan dan persalinan, tetapi juga pada fase-fase penting lainnya, termasuk menopause.
Melalui layanan Poliklinik Spesialis Obstetri dan Ginekologi, pasien dapat memperoleh:
Konsultasi kesehatan menopause
Pemeriksaan kesehatan reproduksi
Konseling terapi hormon menopause
Skrining osteoporosis
Pemeriksaan kesehatan payudara dan serviks
Edukasi gaya hidup sehat pada masa menopause
Pendekatan yang komprehensif ini merupakan bagian dari komitmen RSU Budi Kemuliaan dalam mendukung kesehatan perempuan sepanjang siklus kehidupannya.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami:
Gejala menopause yang sangat mengganggu aktivitas
Nyeri panggul berkepanjangan
Benjolan pada payudara
Gangguan berkemih
Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Pemeriksaan dini membantu mendeteksi berbagai masalah kesehatan lebih cepat.
Kesimpulan
Menopause adalah proses alami yang menandai berakhirnya masa reproduksi perempuan. Meskipun dapat disertai berbagai perubahan fisik dan emosional, menopause bukanlah penyakit dan dapat dijalani dengan sehat melalui pola hidup yang baik serta pemantauan kesehatan yang rutin.
Sebagai pusat layanan kesehatan ibu dan perempuan, RSU Budi Kemuliaan siap mendampingi perempuan dalam setiap fase kehidupannya, mulai dari masa remaja, kehamilan, persalinan, hingga menopause, dengan layanan yang komprehensif dan berorientasi pada kualitas hidup pasien.
Sumber
World Health Organization. Menopause Fact Sheet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/menopause
American College of Obstetricians and Gynecologists. The Menopause Years. https://www.acog.org/womens-health/faqs/the-menopause-years
Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Gynecology, 5th Edition. McGraw-Hill Education.
Berek JS. Berek & Novak's Gynecology, 16th Edition. Wolters Kluwer.
Hernia (Turun Berok): Benjolan yang Perlu Diwaspadai
RSU Budi Kemuliaan
Pendahuluan
Hernia atau yang dikenal masyarakat sebagai turun berok adalah kondisi ketika suatu organ dalam tubuh, seperti usus, menonjol keluar melalui celah atau kelemahan pada otot atau jaringan di sekitarnya.
Kondisi ini sering ditandai dengan munculnya benjolan, terutama di area perut atau selangkangan. Meskipun pada awalnya tidak selalu menimbulkan nyeri, hernia tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani.
Dengan penanganan yang tepat, hernia dapat diatasi secara efektif dan pasien dapat kembali beraktivitas normal.
Apa Itu Hernia?
Hernia terjadi ketika ada kelemahan pada dinding otot, sehingga jaringan atau organ di dalam tubuh terdorong keluar dan membentuk tonjolan.
Kondisi ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, namun paling sering ditemukan di:
Selangkangan (hernia inguinal)
Pusar (hernia umbilikalis)
Bekas luka operasi (hernia insisional)
Diafragma (hernia hiatal)
Benjolan pada hernia biasanya akan tampak lebih jelas saat berdiri, batuk, atau mengejan.
Jenis-Jenis Hernia
Beberapa jenis hernia yang umum terjadi antara lain:
1. Hernia Inguinal
Jenis paling sering, terjadi di area selangkangan. Lebih banyak dialami oleh pria.
2. Hernia Umbilikalis
Terjadi di sekitar pusar, sering ditemukan pada bayi maupun orang dewasa.
3. Hernia Insisional
Terjadi pada area bekas operasi akibat kelemahan jaringan.
4. Hernia Hiatal
Terjadi ketika bagian lambung naik ke rongga dada melalui diafragma.
Gejala Hernia
Gejala hernia dapat bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahannya.
Gejala yang umum meliputi:
Benjolan di perut atau selangkangan
Nyeri atau rasa tidak nyaman, terutama saat mengangkat beban
Rasa berat atau tertarik di area benjolan
Benjolan yang dapat keluar-masuk
Pada kondisi tertentu, dapat muncul gejala serius seperti:
Nyeri hebat mendadak
Benjolan tidak bisa dimasukkan kembali
Mual dan muntah
Perut kembung
Gejala tersebut dapat menandakan komplikasi dan memerlukan penanganan segera.
Penyebab Hernia
Hernia terjadi akibat kombinasi antara kelemahan otot dan peningkatan tekanan dalam perut.
Beberapa faktor penyebab antara lain:
Mengangkat beban berat
Batuk kronis
Konstipasi (sering mengejan)
Kehamilan
Obesitas
Riwayat operasi
Faktor usia (melemahnya otot)
Mengapa Hernia Tidak Boleh Disepelekan?
Jika tidak ditangani, hernia dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
Inkarserasi (hernia terjepit)
Strangulasi (aliran darah ke jaringan terhenti)
Kerusakan jaringan usus
Infeksi hingga kondisi darurat medis
Hernia strangulata merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan operasi segera.
Diagnosis Hernia
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan:
Pemeriksaan fisik (melihat dan meraba benjolan)
USG atau CT scan jika diperlukan
Evaluasi gejala dan riwayat pasien
Diagnosis yang tepat membantu menentukan metode penanganan terbaik.
Pengobatan Hernia
Penanganan utama hernia adalah operasi (herniorafi atau hernioplasti).
Metode operasi meliputi:
1. Operasi Terbuka
Dilakukan dengan sayatan pada area hernia.
2. Operasi Laparoskopi
Sayatan kecil
Nyeri lebih minimal
Pemulihan lebih cepat
Pada beberapa kasus ringan, dokter dapat melakukan observasi, namun operasi tetap menjadi terapi definitif untuk mencegah komplikasi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri jika mengalami:
Muncul benjolan di perut atau selangkangan
Nyeri saat beraktivitas atau mengangkat beban
Benjolan tidak bisa dimasukkan kembali
Nyeri hebat disertai mual atau muntah
Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Layanan Bedah di RSU Budi Kemuliaan
RSU Budi Kemuliaan menyediakan layanan penanganan hernia secara komprehensif, meliputi:
Konsultasi dokter spesialis bedah
Pemeriksaan penunjang lengkap
Operasi hernia (terbuka dan laparoskopi)
Perawatan pascaoperasi
Pelayanan dilakukan dengan pendekatan modern, aman, dan berbasis evidence-based medicine, untuk memberikan hasil terbaik bagi pasien.
Kesimpulan
Hernia atau turun berok adalah kondisi keluarnya organ melalui kelemahan otot yang ditandai dengan benjolan pada tubuh.
Meskipun sering dianggap ringan, hernia dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani.
Diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup pasien.
Sumber Ilmiah
Cleveland Clinic. Hernia Overview https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15757-hernia
Mayo Clinic. Inguinal Hernia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/inguinal-hernia/symptoms-causes/syc-20351547
Fitzgibbons RJ Jr, Forse RA. Clinical practice. Groin hernias in adults. N Engl J Med. 2015 Feb 19;372(8):756-63. doi: 10.1056/NEJMcp1404068. PMID: 25693015. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25693015/
Apendisitis (Usus Buntu): Nyeri Perut yang Tidak Boleh Diabaikan
RSU Budi Kemuliaan
Pendahuluan
Apendisitis atau yang sering dikenal sebagai radang usus buntu adalah kondisi peradangan pada apendiks (umbai cacing), yaitu organ kecil berbentuk seperti kantong yang terletak di bagian kanan bawah perut.
Kondisi ini merupakan salah satu penyebab nyeri perut akut yang paling sering terjadi dan memerlukan penanganan medis segera. Jika tidak ditangani dengan tepat, apendisitis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pecahnya usus buntu (perforasi), infeksi rongga perut (peritonitis), hingga kondisi yang mengancam jiwa.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala dan segera mencari pertolongan medis.
Apa Itu Apendisitis?
Apendisitis adalah peradangan pada apendiks yang biasanya disebabkan oleh sumbatan pada lumen (saluran) apendiks, sehingga memicu pertumbuhan bakteri dan infeksi.
Sumbatan ini dapat disebabkan oleh:
Feses yang mengeras (fekalit)
Pembesaran jaringan limfoid
Infeksi saluran cerna
Benda asing (jarang terjadi)
Peradangan yang tidak ditangani dapat menyebabkan apendiks membengkak dan akhirnya pecah.
Gejala Apendisitis
Gejala apendisitis dapat berkembang secara bertahap dan semakin berat dalam waktu singkat.
Gejala khas meliputi:
Nyeri perut yang awalnya di sekitar pusar lalu berpindah ke kanan bawah
Nyeri yang semakin memburuk saat bergerak, batuk, atau ditekan
Mual dan muntah
Demam
Nafsu makan menurun
Gejala lain yang dapat muncul:
Perut kembung
Sulit buang gas
Diare atau konstipasi
Jika terjadi perforasi (pecah), nyeri dapat menyebar ke seluruh perut dan kondisi menjadi lebih serius.
Siapa yang Berisiko Mengalami Apendisitis?
Apendisitis dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering terjadi pada:
Usia 10–30 tahun
Individu dengan riwayat infeksi saluran cerna
Pola makan rendah serat
Meskipun demikian, kondisi ini tetap dapat terjadi pada semua kelompok usia.
Mengapa Apendisitis Tidak Boleh Disepelekan?
Apendisitis merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat.
Jika tidak ditangani, dapat terjadi komplikasi seperti:
Perforasi (pecahnya apendiks)
Peritonitis (infeksi rongga perut)
Abses (kumpulan nanah)
Infeksi berat (sepsis)
Komplikasi ini dapat meningkatkan risiko rawat inap lebih lama dan bahkan kematian.
Diagnosis Apendisitis
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan:
Anamnesis dan pemeriksaan fisik
Pemeriksaan darah
USG abdomen
CT scan (jika diperlukan)
Diagnosis yang tepat sangat penting untuk menentukan penanganan yang sesuai.
Pengobatan Apendisitis
Penanganan utama apendisitis adalah operasi pengangkatan apendiks (apendektomi).
Terdapat dua metode operasi:
1. Operasi Laparoskopi
Sayatan kecil
Nyeri lebih ringan
Pemulihan lebih cepat
2. Operasi Terbuka
Dilakukan pada kasus yang lebih berat atau komplikasi Selain operasi, pasien juga akan mendapatkan:
Antibiotik
Terapi cairan
Manajemen nyeri
Penanganan dini dapat mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri jika mengalami:
Nyeri perut kanan bawah yang semakin berat
Nyeri disertai demam
Mual dan muntah berulang
Perut terasa keras atau nyeri saat ditekan
Jangan menunda pemeriksaan karena apendisitis dapat berkembang dengan cepat.
Layanan Apendisitis di RSU Budi Kemuliaan
RSU Budi Kemuliaan menyediakan layanan penanganan apendisitis secara komprehensif, meliputi:
Konsultasi dokter spesialis bedah
Pemeriksaan penunjang lengkap
Operasi apendektomi (laparoskopi maupun terbuka)
Perawatan pascaoperasi
Penanganan dilakukan dengan pendekatan modern, aman, dan berbasis evidence-based medicine untuk memastikan hasil terbaik bagi pasien.
Kesimpulan
Apendisitis adalah peradangan pada usus buntu yang dapat menyebabkan nyeri perut akut dan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
Deteksi dini, diagnosis yang tepat, dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih berat.
Jika mengalami gejala yang mengarah ke apendisitis, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sumber Ilmiah
Lotfollahzadeh S, Lopez RA, Deppen JG. Appendicitis. [Updated 2024 Feb 12]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493193/
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Appendicitis
https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/appendicitis
Cleveland Clinic. Appendicitis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8095-appendicitis
Di Saverio S et al. Diagnosis and treatment of acute appendicitis: 2020 update of the WSES Jerusalem guidelines. World J Emerg Surg. 2020 Apr 15;15(1):27. doi: 10.1186/s13017-020-00306-3. PMID: 32295644; PMCID: PMC7386163. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32295644/
Reviews
Semua Reviews