
+ 6221-3842828 ext. 0
rsbudikemuliaan@indo.net.id
Jl. Budi Kemuliaan No.25, RT.2/RW.4, Gambir, Jakarta Pusat
Promo
Berita
12 hari yang lalu
Merupakan suatu kehormatan bagi Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan menerima kunjungan dari Prof. Kim Soo-In (Visiting Professor Universitas Indonesia/FISIP UI, Former Ambassador of Korea) bersama dr. Lee, pendiri RS SEHWA, Busan – Korea Selatan pada Rabu, 20 Mei 2026.
Kunjungan ini menjadi momentum berharga dalam mempererat hubungan, berbagi wawasan, serta membuka peluang kolaborasi di bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan.
Semoga silaturahmi dan diskusi yang terjalin membawa manfaat positif bagi kemajuan pelayanan kesehatan di masa mendatang.
12 hari yang lalu
Pada tanggal 19 Mei 2026 RS Budi Kemuliaan mendapatkan kunjungan dari Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Pusat, untuk melaksanakan kegiatan K3 Rapid Assessment.
RS Budi Kemuliaan berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja demi pelayanan kesehatan yang lebih optimal.
12 hari yang lalu
Pada tanggal 19 Mei 2026 Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan bersama Puskesmas Menteng melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan lansia sebagai upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat di usia lanjut serta peningkatan wawasan kesehatan lansia.
Terima kasih kepada seluruh peserta atas antusiasme dan kebersamaannya. Semoga selalu sehat, aktif, dan bahagia.
Informasi Kesehatan

12 hari yang lalu
Kini Hadir di RS Budi Kemuliaan
Poliklinik Konservasi Gigi resmi melayani peserta JKN BPJS Kesehatan mulai 1 Maret 2026.
Layanan ini hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan penanganan gigi spesialis secara tepat, aman, dan nyaman, khususnya dalam mempertahankan serta merawat kesehatan gigi alami agar tetap optimal.
Ditangani oleh:
drg. Sri Darmayanti, Sp.KG
Dokter Spesialis Konservasi Gigi
Layanan Spesialis meliputi:
✔️ Perawatan saluran akar (root canal treatment)
✔️ Restorasi gigi pasca perawatan saluran akar
✔️ Penanganan nyeri gigi akibat infeksi atau kerusakan pulpa
✔️ Penatalaksanaan gigi patah atau trauma gigi
✔️ Tindakan konservatif lainnya sesuai indikasi medis
🕒 Jadwal Praktik:
* Senin – Rabu : 15.00 – 17.30 WIB
* Jumat : 15.30 – 18.00 WIB
💳 Melayani pembayaran BPJS, Tunai dan Asuransi.
📍Mari jaga kesehatan gigi sejak dini bersama layanan spesialis terpercaya di RS Budi Kemuliaan. Senyum sehat dimulai dari perawatan yang tepat.

12 hari yang lalu
Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesehatan perempuan yang berperan besar dalam kualitas hidup dan masa depan keluarga. Salah satu ancaman serius terhadap kesehatan reproduksi perempuan adalah kanker serviks, yaitu kanker yang terjadi pada leher rahim.
Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, terutama karena sering terdeteksi pada stadium lanjut. Padahal, penyakit ini termasuk yang dapat dicegah dan dideteksi sejak dini melalui langkah yang tepat.
Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatannya sendiri, salah satunya melalui vaksinasi HPV dan pemeriksaan skrining rutin seperti IVA dan Pap smear.
Apa Itu Kanker Serviks?
Kanker serviks adalah kanker yang berkembang pada sel-sel leher rahim, yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi persisten virus Human Papillomavirus (HPV).
HPV merupakan virus yang sangat umum dan dapat ditularkan melalui kontak seksual. Tidak semua infeksi HPV menyebabkan kanker, namun beberapa tipe berisiko tinggi dapat berkembang menjadi kanker serviks jika tidak terdeteksi dan ditangani.
Peran Vaksinasi HPV
Vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah paling efektif dalam mencegah kanker serviks.
Apa Itu Vaksin HPV?
Vaksin HPV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi tipe HPV berisiko tinggi penyebab kanker serviks.
Manfaat Vaksin HPV
Mencegah infeksi HPV penyebab kanker serviks
Menurunkan risiko kanker serviks secara signifikan
Melindungi sebelum terpapar virus
Aman dan efektif berdasarkan berbagai penelitian
Siapa yang Dianjurkan?
Anak perempuan usia 9–14 tahun (paling optimal sebelum aktif seksual)
Remaja dan wanita dewasa yang belum mendapatkan vaksin
Dapat juga diberikan pada laki-laki untuk mencegah penularan
Vaksinasi tetap bermanfaat meskipun sudah menikah, selama belum terpapar tipe virus tertentu.
Pentingnya Deteksi Dini: IVA dan Pap Smear
Selain vaksinasi, deteksi dini merupakan langkah penting untuk menemukan perubahan sel sebelum menjadi kanker.
1. Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)
IVA adalah metode skrining sederhana dengan mengoleskan asam asetat pada leher rahim untuk melihat perubahan sel abnormal.
Keunggulan IVA:
Cepat dan hasil langsung diketahui
Biaya terjangkau
Cocok untuk skrining massal
2. Pap Smear
Pap smear adalah pemeriksaan sitologi untuk mendeteksi perubahan sel serviks secara lebih detail.
Keunggulan Pap Smear:
Lebih sensitif dalam mendeteksi perubahan sel
Dapat menemukan lesi prakanker lebih awal
Direkomendasikan secara rutin sesuai usia
Mengapa Vaksinasi dan Skrining Harus Dilakukan Bersama?
Vaksinasi HPV dan skrining memiliki peran yang saling melengkapi:
Vaksinasi → mencegah infeksi HPV
Skrining → mendeteksi perubahan sel sejak dini
Kombinasi keduanya terbukti secara ilmiah mampu menurunkan angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks secara signifikan.
Siapa yang Berisiko Terkena Kanker Serviks?
Beberapa faktor risiko antara lain:
Infeksi HPV
Aktivitas seksual di usia muda
Berganti pasangan seksual
Tidak melakukan skrining rutin
Sistem imun rendah
Kebiasaan merokok
Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan?
IVA: dianjurkan untuk wanita usia 30–50 tahun, minimal setiap 3–5 tahun
Pap smear: mulai usia 21 tahun atau setelah aktif seksual, sesuai anjuran dokter
Konsultasi dengan dokter akan membantu menentukan jadwal yang tepat sesuai kondisi masing-masing.
Layanan Kesehatan Reproduksi di RSU Budi Kemuliaan
RSU Budi Kemuliaan menyediakan layanan lengkap untuk menjaga kesehatan reproduksi perempuan, meliputi:
Vaksinasi HPV
Pemeriksaan IVA
Pap smear
Konsultasi dokter spesialis kebidanan dan kandungan
Edukasi kesehatan reproduksi
Pelayanan dilakukan secara aman, nyaman, dan berbasis evidence-based medicine dengan pendekatan yang berfokus pada pasien.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan jika:
Belum pernah melakukan skrining serviks
Ingin mendapatkan vaksin HPV
Mengalami keluhan seperti perdarahan di luar haid atau nyeri panggul
Ingin melakukan deteksi dini secara rutin
Deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa.
Kesimpulan
Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan reproduksi, salah satunya melalui vaksinasi HPV dan pemeriksaan IVA atau Pap smear secara rutin.
Langkah ini terbukti efektif dalam mencegah dan mendeteksi kanker serviks sejak dini, sehingga peluang kesembuhan menjadi jauh lebih tinggi.
Jangan tunda untuk menjaga kesehatan Anda. Lindungi diri sejak sekarang dengan langkah yang tepat.
Sumber:
World Health Organization. Cervical Cancer
Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccination
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Deteksi Dini Kanker Serviks

2 bulan yang lalu
Campak merupakan penyakit infeksi virus dengan tingkat penularan yang sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, ensefalitis, hingga kematian. Risiko komplikasi lebih besar pada anak-anak, individu dengan penyakit penyerta (komorbid), serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Pada tahun 2026, peningkatan kasus campak dan penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian penting dalam sistem kesehatan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan klinis yang lebih tinggi serta kesiapsiagaan sistem kesehatan yang terintegrasi untuk mencegah penyebaran penyakit secara luas.
Sebagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi, pengendalian campak sangat bergantung pada cakupan vaksinasi yang optimal dan tercapainya herd immunity minimal 95% di masyarakat.
Apa Itu Campak?
Campak adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Measles virus, anggota genus Morbillivirus dari famili Paramyxoviridae. Virus ini menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebar ke berbagai organ tubuh.
Campak dikenal sebagai salah satu penyakit dengan tingkat penularan tertinggi di dunia. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada 12–18 orang lain yang belum memiliki kekebalan.
Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, ruam kulit khas, serta gejala pernapasan seperti batuk dan pilek.
Cara Penularan Campak
Virus campak menyebar melalui:
Droplet pernapasan saat penderita batuk atau bersin
Kontak langsung dengan sekret hidung atau tenggorokan penderita
Udara di ruangan tertutup yang telah terkontaminasi virus
Virus campak dapat bertahan di udara atau permukaan hingga sekitar 2 jam, sehingga penularannya sangat mudah terjadi, terutama di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti sekolah, rumah tangga, dan fasilitas kesehatan.
Seseorang yang terinfeksi sudah dapat menularkan virus sejak 4 hari sebelum muncul ruam hingga 4 hari setelah ruam muncul.
Gejala Campak
Gejala campak biasanya muncul setelah masa inkubasi sekitar 7–14 hari setelah terpapar virus.
Gejala awal meliputi:
Demam tinggi
Batuk
Pilek
Mata merah (konjungtivitis)
Lemas dan penurunan nafsu makan
Beberapa hari kemudian muncul:
Bintik Koplik di dalam mulut
Ruam merah pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh
Pada sebagian pasien, terutama kelompok berisiko, campak dapat berkembang menjadi komplikasi serius.
Komplikasi Campak
Walaupun sering dianggap penyakit anak yang ringan, campak dapat menyebabkan komplikasi berat, seperti:
Pneumonia (radang paru) – penyebab kematian paling sering pada campak
Ensefalitis (radang otak) yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis
Diare berat dan dehidrasi
Infeksi telinga (otitis media)
Kematian
Komplikasi lebih sering terjadi pada:
Anak usia di bawah 5 tahun
Orang dewasa dengan penyakit kronis
Individu dengan gangguan sistem imun
Anak dengan status gizi buruk
Mengapa KLB Campak Bisa Terjadi?
KLB campak biasanya terjadi ketika jumlah individu yang tidak memiliki kekebalan meningkat di suatu populasi.
Beberapa faktor yang berkontribusi antara lain:
Penurunan cakupan imunisasi
Keterlambatan vaksinasi pada anak
Mobilitas penduduk yang tinggi
Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksin
Terjadinya kantong populasi yang belum tervaksinasi
Untuk mencegah penularan luas, diperlukan cakupan imunisasi minimal 95% agar tercapai herd immunity.
Upaya Pengendalian KLB Campak
Dalam situasi KLB, pengendalian campak dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif, meliputi:
1. Peningkatan surveilans penyakit
Deteksi dini dan pelaporan kasus secara cepat sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
2. Imunisasi tambahan (Outbreak Response Immunization)
Dilakukan untuk meningkatkan kekebalan populasi di wilayah terdampak.
3. Pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan
Pasien dengan dugaan campak perlu dilakukan isolasi untuk mencegah penularan kepada pasien lain.
4. Perlindungan tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan dianjurkan memiliki status imunisasi campak yang lengkap untuk mengurangi risiko infeksi.
Pencegahan Campak
Langkah paling efektif untuk mencegah campak adalah imunisasi.
Di Indonesia, vaksin campak diberikan melalui program imunisasi rutin dalam bentuk vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
Melengkapi imunisasi sesuai jadwal
Menghindari kontak dengan penderita campak
Menjaga kebersihan tangan
Menggunakan masker pada kondisi sakit
Segera memeriksakan diri jika muncul gejala
Imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu melindungi masyarakat melalui herd immunity.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
Demam tinggi disertai ruam pada kulit
Batuk, pilek, dan mata merah yang disertai ruam
Anak tampak lemas atau sulit makan dan minum
Sesak napas atau penurunan kesadaran
Pemeriksaan dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi serta mengurangi risiko penularan ke orang lain.
Kesimpulan
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius. Munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah menjadi pengingat penting bahwa pengendalian campak sangat bergantung pada cakupan imunisasi yang tinggi, surveilans penyakit yang kuat, serta kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dan lingkungannya.
Dengan imunisasi yang lengkap dan deteksi dini, penyebaran campak dapat dicegah sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Sumber
World Health Organization (WHO). Measles Fact Sheet
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/measles
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Measles (Rubeola)
https://www.cdc.gov/measles/index.html
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Surveilans Campak dan Rubella
https://www.kemkes.go.id
UNICEF & WHO. Progress Toward Regional Measles Elimination
https://www.who.int/teams/immunization-vaccines-and-biologicals/diseases/measles
Heymann DL. Control of Communicable Diseases Manual. Measles. American Public Health Association.
Reviews
Semua Reviews