
+ 6221-3842828 ext. 0
rsbudikemuliaan@indo.net.id
Jl. Budi Kemuliaan No.25, RT.2/RW.4, Gambir, Jakarta Pusat
Promo
Berita
Langkah kecil hari ini, harapan besar untuk masa depan. Melalui kegiatan penyemaian sorgum, kita belajar bahwa setiap benih yang ditanam membutuhkan perhatian, kesabaran, dan proses untuk tumbuh menjadi sumber manfaat bagi banyak orang.
Sorgum dikenal sebagai tanaman yang kaya manfaat, bernilai gizi tinggi, dan memiliki daya tahan yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Semoga benih yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur dan memberikan hasil terbaik.
Menanam hari ini, memanen manfaat di masa depan.
Pada tanggal 28 Mei 2026 telah dilaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban di lingkungan Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan.
Qurban tahun ini terdiri dari:
🐐 11 ekor kambing
🐑 2 ekor domba
🐄 2 ekor sapi
Para Sohibul Qurban berasal dari lingkungan Lembaga Kesehatan, serta 1 ekor kambing merupakan sumbangan dari BSI yang telah menjadi mitra Budi Kemuliaan.
Terima kasih kepada seluruh Sohibul qurban dan seluruh panitia, semoga menjadi amal jariyah dan berkah untuk kita semua. Aamiin.
Pada hari Minggu, 31 Mei 2026 Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan mengikuti kegiatan CFD (Car Free Day) dengan memberikan pelayanan Skrining Kesehatan "GRATIS" kepada masyarakat sePadaperti tekanan darah, Berat Badan, saturasi oksigen dan pengukuran BMI (Body Mass Index)✨
Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama pengunjung CFD.
Selalu jaga kesehatan mu dan jangan lupa kunjungi Stand Kesehatan RS Budi Kemuliaan di CFD (Care Free Day)
Informasi Kesehatan
Jangan Dianggap Sepele, Hemoroid Dapat Mengganggu Kualitas Hidup
Hemoroid atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai wasir atau ambeien merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh orang dewasa. Meskipun tidak selalu berbahaya, hemoroid dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, perdarahan saat buang air besar, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Banyak penderita merasa malu untuk memeriksakan diri sehingga pengobatan sering kali terlambat. Padahal, apabila ditangani sejak dini, sebagian besar kasus hemoroid dapat diatasi tanpa operasi.
Di RSU Budi Kemuliaan, layanan Poliklinik Bedah Umum siap membantu diagnosis, pengobatan, hingga tindakan bedah apabila diperlukan, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
Apa Itu Hemoroid?
Hemoroid adalah pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus atau bagian bawah rektum yang dapat menyebabkan keluhan seperti nyeri, gatal, benjolan, maupun perdarahan saat buang air besar.
Sebenarnya, setiap orang memiliki bantalan pembuluh darah (hemorrhoidal cushions) yang berfungsi membantu proses menahan keluarnya feses dan gas. Masalah muncul ketika bantalan tersebut mengalami pembengkakan akibat peningkatan tekanan yang berlangsung terus-menerus.
Hemoroid bukan merupakan kanker dan tidak meningkatkan risiko kanker usus besar, tetapi gejalanya dapat menyerupai penyakit lain yang lebih serius sehingga tetap memerlukan pemeriksaan dokter.
Jenis-Jenis Hemoroid
1. Hemoroid Internal
Hemoroid internal berada di dalam rektum sehingga umumnya tidak tampak dari luar.
Gejala yang sering muncul:
Perdarahan merah segar saat BAB
Tidak terasa nyeri pada tahap awal
Benjolan dapat keluar saat mengejan pada stadium lanjut
Hemoroid internal dibagi menjadi beberapa derajat:
Derajat I
Tidak keluar dari anus
Umumnya hanya menyebabkan perdarahan
Derajat II
Keluar saat BAB tetapi dapat masuk kembali dengan sendirinya
Derajat III
Keluar saat BAB dan harus didorong kembali menggunakan tangan
Derajat IV
Keluar terus-menerus dan tidak dapat dimasukkan kembali
2. Hemoroid Eksternal
Hemoroid eksternal berada di bawah kulit sekitar anus.
Gejalanya meliputi:
Benjolan di sekitar anus
Nyeri terutama saat duduk
Gatal
Bengkak
Dapat terjadi bekuan darah (hemoroid trombosis) yang menimbulkan nyeri hebat secara mendadak.
Apa Penyebab Hemoroid?
Hemoroid terjadi akibat meningkatnya tekanan pada pembuluh darah di daerah anus.
Beberapa penyebab yang paling sering antara lain:
Sering mengejan saat BAB
Konstipasi (sembelit) kronis
Diare kronis
Duduk terlalu lama, terutama di toilet
Kurang konsumsi serat
Kurang minum air putih
Kehamilan
Obesitas
Mengangkat beban berat secara berulang
Pertambahan usia yang menyebabkan jaringan penyangga pembuluh darah melemah
Siapa yang Berisiko Mengalami Hemoroid?
Risiko hemoroid meningkat pada:
Orang dengan pola makan rendah serat
Pekerja yang duduk dalam waktu lama
Ibu hamil
Lansia
Penderita obesitas
Individu dengan riwayat konstipasi kronis
Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan hemoroid
Gejala Hemoroid
Keluhan yang dapat muncul antara lain:
Perdarahan merah segar saat BAB
Benjolan di sekitar anus
Nyeri saat duduk
Rasa mengganjal setelah BAB
Gatal di sekitar anus
Keluar lendir
Sulit membersihkan area anus
Bengkak di sekitar anus
Pada hemoroid trombosis, nyeri dapat muncul secara tiba-tiba dan sangat hebat.
Apakah Semua Perdarahan Saat BAB Disebabkan Hemoroid?
Tidak.
Perdarahan saat BAB juga dapat disebabkan oleh:
Fisura ani (robekan pada anus)
Polip usus
Penyakit radang usus
Divertikular
Kanker kolorektal
Karena itu, setiap perdarahan saat BAB sebaiknya diperiksa oleh dokter, terutama bila disertai:
Penurunan berat badan
Anemia
Perubahan pola BAB
Riwayat kanker usus dalam keluarga
Usia di atas 45 tahun
Bagaimana Diagnosis Hemoroid?
Dokter akan melakukan:
Wawancara Medis
Meliputi:
Riwayat perdarahan
Frekuensi BAB
Pola makan
Riwayat penyakit
Pemeriksaan Fisik
Termasuk pemeriksaan daerah anus.
Pemeriksaan Penunjang
Bila diperlukan dapat dilakukan:
Anoskopi
Rektoskopi
Sigmoidoskopi
Kolonoskopi (untuk menyingkirkan penyebab perdarahan lain terutama pada pasien dengan faktor risiko tertentu)
Bagaimana Pengobatan Hemoroid?
Penanganan disesuaikan dengan derajat dan tingkat keparahan penyakit.
1. Perubahan Gaya Hidup
Merupakan terapi utama terutama pada hemoroid ringan.
Meliputi:
Meningkatkan konsumsi serat
Minum air putih minimal 2 liter per hari (disesuaikan kondisi kesehatan)
Tidak mengejan terlalu kuat
Tidak menunda BAB
Rutin berolahraga
Menghindari duduk terlalu lama di toilet
2. Pengobatan
Dokter dapat memberikan:
Salep atau krim hemoroid
Obat antiinflamasi sesuai indikasi
Pelunak feses
Obat pereda nyeri bila diperlukan
Pengobatan harus digunakan sesuai anjuran dokter.
3. Tindakan Non Operasi
Pada kondisi tertentu dokter dapat melakukan:
Rubber Band Ligation (RBL)
Skleroterapi
Koagulasi inframerah (Infrared Coagulation)
Tindakan ini dilakukan terutama pada hemoroid internal dengan derajat tertentu.
4. Operasi Hemoroid (Hemoroidektomi)
Operasi dipertimbangkan bila:
Hemoroid derajat III–IV
Perdarahan berulang
Nyeri berat
Hemoroid trombosis berulang
Terapi konservatif tidak memberikan perbaikan
Saat ini tersedia berbagai teknik operasi yang bertujuan mengurangi nyeri pascaoperasi dan mempercepat pemulihan sesuai kondisi pasien.
Bagaimana Cara Mencegah Hemoroid?
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
✔ Konsumsi makanan tinggi serat (sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian)
✔ Minum air putih yang cukup
✔ Jangan menunda BAB
✔ Hindari mengejan terlalu kuat
✔ Berolahraga secara rutin
✔ Jaga berat badan ideal
✔ Hindari duduk terlalu lama
✔ Jangan terlalu lama bermain ponsel saat di toilet
Mitos dan Fakta Seputar Hemoroid
Mitos: Hemoroid hanya dialami orang tua.
Fakta: Hemoroid dapat terjadi pada semua usia, terutama pada individu dengan konstipasi kronis, ibu hamil, atau pekerja yang sering duduk lama.
Mitos: Semua hemoroid harus dioperasi.
Fakta: Sebagian besar hemoroid ringan dapat membaik dengan perubahan pola hidup, konsumsi serat, dan pengobatan yang tepat.
Mitos: Duduk di lantai dingin menyebabkan ambeien.
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah bahwa duduk di lantai dingin menyebabkan hemoroid. Penyebab utamanya adalah peningkatan tekanan pada pembuluh darah anus.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera berkonsultasi apabila mengalami:
Perdarahan saat BAB yang berulang
Benjolan yang semakin besar
Nyeri hebat
Keluar darah dalam jumlah banyak
BAB berwarna hitam
Berat badan turun tanpa sebab
Keluhan tidak membaik meskipun telah mengubah pola makan
Pemeriksaan dini membantu memastikan penyebab perdarahan dan menentukan terapi yang tepat.
Layanan Bedah Umum RSU Budi Kemuliaan
RSU Budi Kemuliaan menyediakan pelayanan diagnosis dan penanganan hemoroid secara menyeluruh melalui Poliklinik Bedah Umum.
Layanan meliputi:
✔ Konsultasi Dokter Spesialis Bedah
✔ Pemeriksaan hemoroid dan penyakit anorektal
✔ Pengobatan konservatif
✔ Tindakan non-operatif sesuai indikasi
✔ Operasi hemoroid dengan teknik yang disesuaikan kondisi pasien
✔ Edukasi pola hidup sehat untuk mencegah kekambuhan
Dengan dukungan tenaga medis yang profesional dan fasilitas yang memadai, RSU Budi Kemuliaan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pasien.
Kesimpulan
Hemoroid merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus yang dapat menyebabkan perdarahan, benjolan, nyeri, dan rasa tidak nyaman saat buang air besar. Meskipun sering dianggap sepele, hemoroid dapat mengganggu kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.
Sebagian besar kasus dapat diatasi melalui perubahan gaya hidup, pola makan tinggi serat, serta pengobatan yang tepat. Namun, pada kondisi tertentu diperlukan tindakan medis atau operasi.
Apabila Anda mengalami perdarahan saat BAB atau keluhan di sekitar anus, jangan menunda untuk berkonsultasi. Penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.
Sumber
Hawkins, A. T., Lightner, A. L., Paquette, I. M., et al (2024). The American Society of Colon and Rectal Surgeons Clinical Practice Guidelines for the Management of Hemorrhoids. Diseases of the Colon & Rectum, 67(5), 614–623. https://doi.org/10.1097/DCR.0000000000003276
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Bedah dan Edukasi Penyakit Saluran Cer
Stunting: Bukan Sekadar Tubuh Pendek, tetapi Ancaman bagi Masa Depan Anak
Cegah Stunting Sejak Dini untuk Mewujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas
Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Banyak orang mengira stunting hanya ditandai dengan tubuh anak yang lebih pendek dibandingkan teman sebayanya. Padahal, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas saat dewasa.
Kabar baiknya, stunting dapat dicegah melalui pemenuhan gizi yang baik, pemeriksaan kesehatan secara rutin, imunisasi lengkap, serta pendampingan tumbuh kembang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Apa Itu Stunting?
Menurut World Health Organization (WHO), stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi yang berlangsung dalam waktu lama, sehingga tinggi badan anak berada di bawah standar usianya (Height-for-Age Z-score kurang dari -2 SD berdasarkan Standar Pertumbuhan Anak WHO).
Stunting bukanlah penyakit menular, melainkan kondisi yang berkembang secara perlahan sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak.
Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK)—mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun—merupakan periode paling penting dalam pencegahan stunting.
Mengapa Stunting Menjadi Masalah Serius?
Dampak stunting tidak hanya terlihat pada tinggi badan anak, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan.
Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami:
Perkembangan otak yang kurang optimal
Keterlambatan perkembangan motorik dan bahasa
Kesulitan belajar dan menurunnya prestasi akademik
Sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah
Lebih mudah mengalami infeksi
Risiko lebih tinggi terkena penyakit tidak menular saat dewasa, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung
Produktivitas kerja yang lebih rendah ketika dewasa
Karena dampaknya dapat berlangsung seumur hidup, pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin.
Apa Penyebab Stunting?
Stunting tidak disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan kombinasi berbagai kondisi.
Beberapa penyebab yang paling sering meliputi:
1. Kekurangan Gizi Kronis
Asupan energi, protein, vitamin, dan mineral yang tidak mencukupi dalam waktu lama dapat menghambat pertumbuhan anak.
2. Gizi Ibu yang Kurang Selama Kehamilan
Kesehatan janin sangat dipengaruhi oleh kondisi ibu.
Ibu hamil yang mengalami anemia, kekurangan energi kronis, atau tidak memperoleh nutrisi yang cukup memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yang merupakan salah satu faktor risiko stunting.
3. Bayi Tidak Mendapatkan ASI Eksklusif
WHO merekomendasikan:
ASI eksklusif selama 6 bulan pertama
Dilanjutkan hingga usia 2 tahun dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi
ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk mendukung pertumbuhan optimal bayi.
4. MPASI yang Tidak Adekuat
Setelah usia 6 bulan, bayi memerlukan MPASI yang memenuhi kebutuhan:
Protein hewani
Karbohidrat
Lemak sehat
Sayur dan buah
Vitamin dan mineral
MPASI yang tidak mencukupi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.
5. Infeksi Berulang
Anak yang sering mengalami:
Diare
Pneumonia
Campak
Infeksi cacing
lebih berisiko mengalami gangguan pertumbuhan karena nutrisi tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
6. Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan yang Buruk
Akses terhadap air bersih, sanitasi yang layak, serta kebiasaan mencuci tangan berperan besar dalam mencegah penyakit infeksi yang berhubungan dengan stunting.
Tanda-Tanda Anak Mengalami Stunting
Stunting tidak selalu mudah dikenali hanya dengan melihat tinggi badan anak.
Beberapa tanda yang dapat ditemukan antara lain:
Tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya
Pertambahan tinggi badan lambat
Berat badan sulit meningkat
Perkembangan motorik terlambat
Kemampuan berbicara lebih lambat
Anak tampak kurang aktif
Mudah sakit
Diagnosis stunting harus dilakukan melalui pengukuran tinggi badan dan interpretasi menggunakan kurva pertumbuhan WHO oleh tenaga kesehatan.
Faktor Risiko Terjadinya Stunting
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko stunting antara lain:
Kehamilan pada usia terlalu muda
Jarak kehamilan yang terlalu dekat
Berat badan lahir rendah (BBLR)
Bayi lahir prematur
Tidak mendapatkan ASI eksklusif
MPASI kurang berkualitas
Imunisasi tidak lengkap
Sanitasi yang buruk
Kondisi sosial ekonomi yang rendah
Kurangnya pengetahuan mengenai gizi
Bagaimana Cara Mencegah Stunting?
Pencegahan stunting dimulai bahkan sebelum kehamilan.
Sebelum dan Selama Kehamilan
Menjaga status gizi ibu
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
Minum tablet tambah darah sesuai anjuran
Melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) secara rutin
Mengendalikan penyakit kronis
Menghindari rokok dan alkohol
Setelah Bayi Lahir
Berikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan.
Berikan MPASI Bergizi
Mulai usia 6 bulan dengan memperhatikan:
Protein hewani (ikan, ayam, telur, daging)
Sayuran
Buah
Karbohidrat
Lemak sehat
Protein hewani merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pertumbuhan linear anak.
Lengkapi Imunisasi
Imunisasi membantu mencegah penyakit infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan.
Pantau Pertumbuhan Anak
Lakukan pengukuran:
Berat badan
Panjang/tinggi badan
Lingkar kepala
secara rutin di Posyandu atau fasilitas kesehatan.
Terapkan Pola Hidup Bersih
Cuci tangan memakai sabun
Gunakan air bersih
Jaga sanitasi rumah
Buang sampah dengan benar
Benarkah Anak Pendek Pasti Stunting?
Belum tentu. Ada anak yang bertubuh pendek karena faktor genetik, tetapi tetap memiliki pertumbuhan yang normal.
Sebaliknya, stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang ditegakkan berdasarkan pengukuran antropometri menggunakan standar WHO. Karena itu, evaluasi oleh tenaga kesehatan sangat diperlukan sebelum menyimpulkan seorang anak mengalami stunting.
Peran Orang Tua dalam Mencegah Stunting
Orang tua memiliki peran yang sangat besar melalui:
✔ Memenuhi kebutuhan gizi anak
✔ Memberikan ASI eksklusif
✔ Menyediakan MPASI bergizi
✔ Melengkapi imunisasi
✔ Membawa anak ke Posyandu atau dokter secara rutin
✔ Memberikan stimulasi bermain dan belajar sesuai usia
✔ Menjaga kebersihan lingkungan
Layanan Tumbuh Kembang Anak di RSU Budi Kemuliaan
Sebagai rumah sakit yang memiliki keunggulan dalam pelayanan ibu dan anak, RSU Budi Kemuliaan menyediakan layanan komprehensif untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Layanan meliputi:
✔ Konsultasi Dokter Spesialis Anak
✔ Pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita
✔ Pemeriksaan status gizi
✔ Konseling pemberian ASI dan MPASI
✔ Imunisasi lengkap sesuai rekomendasi nasional
✔ Edukasi pencegahan stunting bagi orang tua
✔ Konsultasi kesehatan ibu hamil melalui Poliklinik Obstetri dan Ginekologi
Dengan pendekatan yang menyeluruh, RSU Budi Kemuliaan mendukung keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kapan Orang Tua Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter apabila:
Berat badan anak sulit naik
Tinggi badan tampak jauh lebih rendah dibandingkan teman seusianya
Anak sulit makan dalam waktu lama
Sering mengalami diare atau infeksi
Perkembangan motorik atau bicara terlambat
Orang tua memiliki kekhawatiran terhadap pertumbuhan anak
Semakin dini masalah pertumbuhan dikenali, semakin besar peluang keberhasilan intervensi.
Kesimpulan
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak tidak hanya pada tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak, kesehatan, dan kualitas hidup anak di masa depan.
Pencegahan stunting dimulai sejak sebelum kehamilan, dilanjutkan dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala.
Melalui pelayanan Poliklinik Anak, RSU Budi Kemuliaan siap mendampingi keluarga dalam memastikan setiap anak tumbuh sehat, optimal, dan mencapai potensi terbaiknya.
Sumber:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Percepatan Penurunan Stunting dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
World Health Organization. Guideline: Complementary Feeding of Infants and Young Children (2023).
Menopause: Memahami Perubahan Alami pada Perempuan dan Cara Menjalaninya dengan Sehat
Menopause Bukan Akhir, Melainkan Fase Baru Kehidupan Perempuan
Setiap perempuan akan mengalami berbagai tahapan dalam siklus kehidupannya, mulai dari masa pubertas, kehamilan, persalinan, hingga memasuki masa menopause. Meski merupakan proses alami, menopause sering kali menimbulkan berbagai perubahan fisik maupun emosional yang dapat memengaruhi kualitas hidup jika tidak dipahami dengan baik.
Banyak perempuan menganggap menopause sebagai sesuatu yang menakutkan. Padahal, dengan edukasi yang tepat, pemantauan kesehatan rutin, dan dukungan medis yang baik, perempuan tetap dapat menjalani masa menopause secara sehat, aktif, dan produktif.
Sebagai rumah sakit yang memiliki keunggulan dalam layanan kesehatan ibu dan perempuan, RSU Budi Kemuliaan berkomitmen mendampingi perempuan pada setiap fase kehidupannya, termasuk dalam menghadapi masa menopause dengan nyaman dan sehat.
Apa Itu Menopause?
Menopause adalah kondisi ketika seorang perempuan berhenti mengalami menstruasi secara permanen akibat menurunnya fungsi ovarium dan produksi hormon reproduksi, terutama hormon estrogen dan progesteron.
Secara medis, menopause ditegakkan apabila seorang perempuan tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain yang mendasarinya.
Menopause merupakan bagian normal dari proses penuaan dan bukan suatu penyakit.
Kapan Menopause Terjadi?
Sebagian besar perempuan mengalami menopause pada usia 45–55 tahun, dengan rata-rata usia sekitar 51 tahun.
Namun, waktu terjadinya menopause dapat berbeda pada setiap perempuan, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti:
Faktor genetik
Gaya hidup
Status kesehatan
Riwayat operasi ovarium
Kemoterapi atau radioterapi tertentu
Kebiasaan merokok
Tahapan Menuju Menopause
1. Perimenopause
Merupakan masa transisi sebelum menopause yang dapat berlangsung beberapa tahun. Pada fase ini, kadar hormon mulai berfluktuasi sehingga muncul berbagai gejala meskipun menstruasi masih terjadi.
2. Menopause
Fase ketika menstruasi telah berhenti selama 12 bulan berturut-turut.
3. Pascamenopause
Merupakan periode setelah menopause yang berlangsung sepanjang sisa kehidupan perempuan. Pada fase ini, kadar estrogen tetap rendah sehingga beberapa risiko kesehatan perlu mendapat perhatian lebih.
Apa Penyebab Menopause?
Menopause terjadi karena berkurangnya jumlah dan fungsi folikel pada ovarium seiring bertambahnya usia.
Akibatnya:
Produksi estrogen menurun
Produksi progesteron menurun
Ovulasi berhenti
Menstruasi tidak terjadi lagi
Perubahan hormonal inilah yang menyebabkan berbagai gejala menopause.
Gejala Menopause yang Sering Dialami
Setiap perempuan dapat mengalami gejala yang berbeda-beda, baik dari segi jenis maupun tingkat keparahannya.
Gejala yang umum meliputi:
Gangguan Menstruasi
Siklus haid menjadi tidak teratur
Volume darah menstruasi berubah
Menstruasi semakin jarang hingga akhirnya berhenti
Hot Flashes (Rasa Panas Mendadak), Salah satu gejala yang paling sering terjadi. Ditandai dengan:
Sensasi panas pada wajah dan tubuh
Wajah kemerahan
Berkeringat berlebihan
Jantung berdebar
3. Keringat Malam
Sering menyebabkan gangguan tidur dan kelelahan pada siang hari.
4. Gangguan Tidur
Sulit tidur
Mudah terbangun
Tidur tidak nyenyak
5. Perubahan Suasana Hati
Mudah marah
Cemas
Sedih
Mood berubah-ubah
6. Penurunan Libido
Perubahan hormonal dapat memengaruhi gairah seksual pada sebagian perempuan.
7. Kekeringan Vagina
Penurunan estrogen menyebabkan jaringan vagina menjadi lebih tipis dan kering sehingga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.
8. Keluhan Lainnya
Nyeri sendi
Mudah lelah
Sulit berkonsentrasi
Penambahan berat badan
Rambut menipis
Risiko Kesehatan Setelah Menopause
Menopause tidak hanya memengaruhi sistem reproduksi, tetapi juga berbagai organ tubuh lainnya.
Beberapa kondisi yang risikonya meningkat setelah menopause antara lain:
1. Osteoporosis
Penurunan estrogen mempercepat pengeroposan tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang.
2. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Setelah menopause, risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, dan stroke meningkat.
3. Gangguan Metabolik, Termasuk:
Diabetes melitus
Kolesterol tinggi
Obesitas
4. Gangguan Dasar Panggul, Dapat berupa:
Inkontinensia urine (anyang-anyangan atau sulit menahan kencing)
Prolaps organ panggul
Apakah Menopause Bisa Diatasi?
Menopause adalah proses alami sehingga tidak perlu "diobati". Namun berbagai gejala yang mengganggu dapat dikelola agar kualitas hidup tetap baik.
Penanganan dapat meliputi:
1. Modifikasi Gaya Hidup
Pola makan sehat
Aktivitas fisik teratur
Tidur cukup
Mengelola stres
2. Konsumsi Nutrisi yang Tepat, Terutama:
Kalsium
Vitamin D
Protein
Buah dan sayuran
3. Pemeriksaan Kesehatan Berkala
Penting untuk mendeteksi dini berbagai penyakit yang risikonya meningkat setelah menopause.
4. Terapi Hormon Menopause
Pada beberapa perempuan dengan gejala berat, dokter dapat mempertimbangkan terapi hormon setelah dilakukan evaluasi menyeluruh. Terapi ini harus diberikan secara individual dan di bawah pengawasan dokter spesialis.
Tips Menjalani Masa Menopause dengan Sehat
Beberapa langkah yang dapat membantu perempuan tetap sehat dan aktif selama menopause:
Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu
Menjaga berat badan ideal
Mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D
Berhenti merokok
Membatasi konsumsi alkohol dan kafein berlebihan
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
Menjaga kesehatan mental dan sosial
Menopause bukan hambatan untuk tetap produktif dan berkarya.
Peran RSU Budi Kemuliaan dalam Mendampingi Kesehatan Perempuan
Sebagai rumah sakit yang memiliki keunggulan dalam layanan kesehatan ibu dan perempuan, RSU Budi Kemuliaan tidak hanya mendampingi perempuan selama masa kehamilan dan persalinan, tetapi juga pada fase-fase penting lainnya, termasuk menopause.
Melalui layanan Poliklinik Spesialis Obstetri dan Ginekologi, pasien dapat memperoleh:
Konsultasi kesehatan menopause
Pemeriksaan kesehatan reproduksi
Konseling terapi hormon menopause
Skrining osteoporosis
Pemeriksaan kesehatan payudara dan serviks
Edukasi gaya hidup sehat pada masa menopause
Pendekatan yang komprehensif ini merupakan bagian dari komitmen RSU Budi Kemuliaan dalam mendukung kesehatan perempuan sepanjang siklus kehidupannya.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami:
Gejala menopause yang sangat mengganggu aktivitas
Nyeri panggul berkepanjangan
Benjolan pada payudara
Gangguan berkemih
Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Pemeriksaan dini membantu mendeteksi berbagai masalah kesehatan lebih cepat.
Kesimpulan
Menopause adalah proses alami yang menandai berakhirnya masa reproduksi perempuan. Meskipun dapat disertai berbagai perubahan fisik dan emosional, menopause bukanlah penyakit dan dapat dijalani dengan sehat melalui pola hidup yang baik serta pemantauan kesehatan yang rutin.
Sebagai pusat layanan kesehatan ibu dan perempuan, RSU Budi Kemuliaan siap mendampingi perempuan dalam setiap fase kehidupannya, mulai dari masa remaja, kehamilan, persalinan, hingga menopause, dengan layanan yang komprehensif dan berorientasi pada kualitas hidup pasien.
Sumber
World Health Organization. Menopause Fact Sheet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/menopause
American College of Obstetricians and Gynecologists. The Menopause Years. https://www.acog.org/womens-health/faqs/the-menopause-years
Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Gynecology, 5th Edition. McGraw-Hill Education.
Berek JS. Berek & Novak's Gynecology, 16th Edition. Wolters Kluwer.
Reviews
Semua Reviews