
5 Februari 2026

Virus Nipah merupakan salah satu penyakit infeksi virus yang tergolong langka namun sangat berbahaya. Penyakit ini termasuk dalam kelompok zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Meskipun kasusnya tidak sering terjadi, virus Nipah memiliki angka kematian yang tinggi dan berpotensi menimbulkan wabah serius jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai virus Nipah sangat penting sebagai upaya kewaspadaan dan pencegahan dini.
Apa Itu Virus Nipah?
Virus Nipah adalah virus RNA dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998–1999 saat terjadi wabah ensefalitis di Malaysia.
Reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar pemakan buah (Pteropus). Penularan ke manusia dapat terjadi secara langsung maupun melalui perantara hewan lain, seperti babi.
Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit mulai dari infeksi tanpa gejala hingga penyakit berat berupa gangguan pernapasan akut dan radang otak (ensefalitis).
Cara Penularan Virus Nipah
Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa cara, antara lain:
Kontak langsung dengan hewan terinfeksi (kelelawar atau babi)
Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi (misalnya nira kurma yang terkontaminasi air liur kelelawar)
Kontak erat dengan penderita virus Nipah
Paparan cairan tubuh penderita, seperti droplet pernapasan
Penularan antar manusia telah dilaporkan, terutama pada kontak dekat di fasilitas kesehatan atau lingkungan keluarga.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Gejala infeksi virus Nipah sangat bervariasi dan dapat berkembang dengan cepat. Gejala awal meliputi:
Demam
Sakit kepala
Nyeri otot
Mual dan muntah
Sakit tenggorokan
Pada kondisi yang lebih berat, pasien dapat mengalami:
Gangguan pernapasan
Penurunan kesadaran
Kejang
Ensefalitis (radang otak)
Koma
Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4–14 hari, namun pada beberapa kasus dapat lebih panjang.
Siapa yang Berisiko Terinfeksi Virus Nipah?
Risiko infeksi virus Nipah lebih tinggi pada:
Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan populasi kelelawar buah
Peternak atau pekerja yang kontak dengan hewan
Tenaga kesehatan yang merawat pasien terinfeksi
Keluarga atau kontak erat penderita
Kewaspadaan khusus diperlukan pada daerah yang pernah melaporkan kasus virus Nipah.
Mengapa Virus Nipah Tidak Boleh Disepelekan?
Virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang tinggi, dilaporkan mencapai 40–75% pada beberapa wabah. Hingga saat ini, belum tersedia obat antivirus spesifik maupun vaksin yang disetujui secara luas untuk virus Nipah.
Komplikasi serius yang dapat terjadi meliputi:
Ensefalitis berat
Gagal napas
Gangguan neurologis jangka panjang
Kematian
Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan merupakan langkah paling penting.
Pencegahan Infeksi Virus Nipah
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
Menghindari konsumsi makanan atau minuman yang berisiko terkontaminasi
Menghindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan sakit
Menerapkan kebersihan tangan yang baik
Menggunakan alat pelindung diri saat merawat pasien
Melakukan isolasi dan pengendalian infeksi yang ketat di fasilitas kesehatan
Edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah penularan virus Nipah.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
Demam tinggi disertai gangguan kesadaran
Sesak napas
Kejang
Riwayat kontak dengan hewan atau pasien terinfeksi
Penanganan dini dapat membantu menurunkan risiko komplikasi dan penularan lebih lanjut.
Kesimpulan
Virus Nipah merupakan penyakit infeksi zoonosis yang sangat serius dan berpotensi fatal. Meskipun jarang, dampaknya dapat sangat besar apabila terjadi wabah. Kewaspadaan, edukasi, dan pencegahan merupakan langkah utama untuk melindungi masyarakat dari ancaman virus Nipah.
Sumber Ilmiah (Valid & Tepercaya)
World Health Organization (WHO). Nipah Virus
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/nipah-virus
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Nipah Virus (NiV)
https://www.cdc.gov/vhf/nipah/index.html
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Emerging: Virus Nipah
https://www.kemkes.go.id
National Institutes of Health (NIH). Nipah Virus Infection
https://www.niaid.nih.gov/diseases-conditions/nipah-virus