KENALI GANGGUAN OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER (OCD)

Artikel Detail Artikel

16 Januari

2 minggu yang lalu

KENALI GANGGUAN OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER (OCD)

Mungkin saat ini banyak dari kita yang belum mengetahui tentang gangguan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Apa itu Obsessive Compulsive Disorder (OCD)? Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan mental dimana penderitanya tertekan karena pemikiran yang berulang sehingga menyebabkan penderita tersebut melakukan suatu tindakan secara berulang. Pada dasarnya penderita gangguan ini menyadari bahwa mereka terkena gangguan OCD, tetapi mereka tidak bisa mengontrol dirinya untuk berhenti melakukan tindakan tersebut. Misalnya, seorang penderita OCD akan mencuci tangannya berulang kali karena ia berpikir belum mencuci tangannya dengan bersih.

Orang yang memiliki ganguan OCD sangat khawatir dan gelisah. Mereka kadang merasa takut mengenai hal buruk yang bisa terjadi pada mereka. Kadang-kadang mereka merasa harus mendapatkan sesuatu yang dirasa “benar” dan harus memastikannya itu sesuai dengan firasatnya. Orang dengan gangguan OCD juga memiliki kekhawatiran yang berlebihan sehingga mereka bisa menghabiskan banyak waktu, atau bahkan sepanjang hari mengkhawatirkan berbagai hal dan mencoba memastikan hal buruk yang dikhawatirkannya tidak terjadi.

Gangguan OCD mempengaruhi sekitar 2,3% orang di beberapa titik dalam hidup mereka, dengan tingkat tahunan sekitar 1,2%. Bisa dikatakan bahwa OCD terjadi di seluruh dunia. Gejala tidak biasa umumnya dimulai setelah usia 35 dan setengah dari orang yang menderita OCD sudah mengalami gejalanya sebelum 20 tahun. Laki-laki dan perempuan hampir memiliki potensi pengaruh yang sama terhadap gangguan ini.

 

Penyebab Obsessive Compulsive Disorder (OCD)?

Gangguan  OCD merupakan gangguan yang tidak menular, bahkan tidak ada yang tahu persis bagaimana dan mengapa orang mendapatkan OCD. Tetapi untuk penyebab OCD di antaranya yaitu:

  1. Disfungsional Keyakinan

Gangguan OCD dapat berkembang karena kepercayaan dan interpretasi yang disfungsional. Seseorang dengan gangguan OCD mungkin merasa memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi dibandingkan apa yang seharusnya ditanggung, sehingga menimbulkan reaksi yang tidak proporsional.

  1. Pengalaman Pribadi

Beberapa teori menyatakan bahwa penyebab gangguan OCD bisa diperoleh dari pengalaman pribadi. Sebagai contoh:

  • Pengalaman masa kecil: pengalaman masa kecil yang menyakitkan atau menderita trauma dan pelecehan, mungkin membuat seseorang tumbuh dengan obsesi dan dorongan untuk mengatasi kecemasan
  • Faktor keluarga, apabila orang tua memiliki pemikiran obsesi dan perilaku kompulsif maka anak akan belajar bahwa perilaku kompulsif tersebut sebagai bentuk penyelesaian masalah pemikiran obsesi.
  • Kecemasan atau stres, peristiwa stres seperti kecelakaan mobil dapat menjadi penyebab OCD.
  1. Faktor Biologis

Beberapa teori biologis menunjukkan bahwa kurangnya serotonin kimia otak dapat menjadi penyebab OCD. Namun, para ahli tidak setuju tentang peran itu. Tidak jelas apakah kurangnya serotonin menyebabkan OCD atau efek dari kondisi tersebut.

Studi juga telah melihat faktor genetik dan bagaimana berbagai bagian otak mungkin terlibat dalam menyebabkan OCD, tetapi tidak menemukan bukti yang konklusif.

 

Gejala pada gangguan OCD dapat diketahui dengan menggunakan banyak peralatan. Salah satu yang paling umum dan sering digunakan adalah Short OCD Screener. 

 

Kategori Gangguan Pada OCD

Dalam DSM-5 ( Pembaharuan dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Pada tahun 2013,DSM dijadikan paduan utama untuk diagnosis-diagnosis psikiatris) Kategori Gangguan Obsesif Kompulsif mencakup berbagai macam gangguan yang sama-sama memiliki pola perilaku kompulsif. Pola perilaku kompulsif adalah perilaku yang berulang (repetitif) yang tidak dapat atau susah untuk dikendalikan serta diasosiasikan dengan suatu distres yang mengganggu fungsi seseorang di kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa gangguan pada OCD:

  1. Gangguan Dismorfik Tubuh

Adalah gangguan mental yang menyebabkan pengidapnya tidak dapat berhenti memikirkan kekurangan yang dirasa terdapat dalam fisik maupun penampilan.

  1. Gangguan Menimbun

Adalah suatu gangguan yang ditandai dengan akumulasi dari keinginan untuk menyimpan berbagai barang yang tidak penting dan terlihat tidak berguna, yang menyebabkan stres atau bahkan membuat sulit untuk merasa nyaman dan aman di lingkungan tempat tinggal

 

  1. Gangguan Trikotilomania

Adalah suatu gangguan yang melibatkan dorongan berulang yang tak tertahankan untuk mencabut rambut tubuh.

 

  1. Gangguan Ekskoriasi

Adalah gangguan mental yang ditandai dorongan berulang untuk mencolek kulit sendiri sampai menyebabkan kerusakan psikologis atau fisik.

 

  1. Gangguan Kebersihan

Gangguan kebersihan ini membuat individu yang mengalami gangguan OCD memiliki obsesi terhadap kemungkinan kontaminasi. Dalam pemikiran penderita OCD, kontaminasi dilakukan oleh kuman, virus, kotoran, atau substansi asing lainnya.

 

Gangguan OCD Dapat disembuhkan

Mungkin banyak pertanyaan dari kita tentang pakah gangguan OCD itu berbahaya? Sebanarnya gangguan OCD tidak membahayakan nyawa penderitanya secara langsung. Namun, beberapa gejala yang ditimbulkan OCD bisa mengancam nyawa, seperti keinginan untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.

Gangguan OCD dapat disembuhkan dengan Penatalaksanaan dilakukan farmakoterapi dan psikoterapi. Strategi penatalaksanan gangguan OCD ditentukan utamanya berdasarkan tingkat keparahan penyakit dan usia pasien

Yang terpenting gangguan OCD dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat.Yuks mulai dari hari ini kita harus bisa memahami diri kita sendiri dan yang terutama “Love you’re self”.

 

Salam sehat,

Sahabat Budi Kemuliaan

 

Informasi layanan RS Budi Kemuliaan   Whatsapp "Customer Care 081290003051 atau telp 021 3842828 ext:0"

Referensi dari:

  1. https://wikipedia.or.id/wiki/Gangguan_obsesif_kompulsif#cite_note-:1-16
  2. https://www.halopsikolog.com/apakah-ocd-adalah-hal-wajar/
  3. https://kumparan.com/kata-dokter/apa-bahaya-penyakit-ocd-berikut-penjelasannya-1yaeAt7Nfjq/full

Telepon

+ 62 - 21 - 3842828 ext. 0

Emergency Call

+62 21-22036663

Email

rsbudikemuliaan@indo.net.id