
29 Oktober 2026

Osteoarthritis (OA): Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaga Sendi Tetap Aktif Nyeri Sendi Bukan Sekadar Faktor Usia
Pernah merasakan lutut nyeri saat naik tangga, berdiri dari posisi duduk, atau berjalan cukup lama? Jangan langsung menganggapnya sebagai hal yang wajar karena bertambahnya usia.
Keluhan tersebut dapat menjadi salah satu tanda osteoarthritis (OA) atau yang sering dikenal masyarakat sebagai pengapuran sendi.
Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang dapat menyebabkan nyeri, kaku, pembengkakan, serta keterbatasan gerak. Kondisi ini paling sering mengenai lutut, panggul, tangan, kaki, dan tulang belakang. Osteoarthritis bukan sekadar "tulang aus", tetapi merupakan penyakit yang melibatkan seluruh struktur sendi, termasuk tulang rawan, tulang, jaringan di sekitar sendi, serta otot.
Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2019 sekitar 528 juta orang di seluruh dunia hidup dengan osteoarthritis, dan sekitar 60% di antaranya adalah perempuan. Lutut merupakan sendi yang paling sering terkena.
Kabar baiknya, osteoarthritis dapat dikelola. Dengan diagnosis yang tepat, olahraga terapeutik, pengelolaan berat badan bila diperlukan, pengobatan, serta rehabilitasi sesuai kondisi, penderita OA dapat tetap aktif dan mempertahankan kualitas hidup.
Apa Itu Osteoarthritis?
Osteoarthritis adalah penyakit sendi kronis yang menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi sendi secara bertahap.
Pada osteoarthritis, terjadi perubahan pada berbagai bagian sendi, termasuk tulang rawan yang melapisi permukaan tulang, tulang di bawah tulang rawan, membran sinovial, ligamen, serta otot di sekitar sendi.
Akibatnya, penderita dapat mengalami:
• Nyeri saat bergerak
• Kekakuan sendi
• Pembengkakan
• Gerakan sendi menjadi terbatas
• Kekuatan otot menurun
• Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari
Osteoarthritis dapat berlangsung dalam jangka panjang dan gejalanya dapat naik turun. Tidak semua penderita akan mengalami kondisi yang semakin berat secara terus-menerus.
Apakah Osteoarthritis Sama dengan "Pengapuran Tulang"?
Istilah "pengapuran" sering digunakan untuk menggambarkan osteoarthritis, tetapi secara medis OA bukan sekadar masalah tulang yang mengalami pengapuran.
Osteoarthritis merupakan kondisi yang melibatkan seluruh sendi.
Karena itu, penanganannya tidak hanya berfokus pada tulang, tetapi juga pada:
• Pengendalian nyeri
• Peningkatan kekuatan otot
• Mempertahankan pergerakan sendi
• Pengelolaan berat badan
• Perbaikan fungsi tubuh
• Pencegahan keterbatasan aktivitas
Bagian Tubuh yang Sering Mengalami Osteoarthritis
Osteoarthritis dapat mengenai berbagai sendi, tetapi paling sering ditemukan pada:
1. Lutut
Merupakan salah satu lokasi OA yang paling sering terjadi.
Keluhan dapat berupa:
• Nyeri saat berjalan
• Nyeri saat naik atau turun tangga
• Nyeri ketika berdiri dari kursi
• Lutut terasa kaku
• Bunyi atau sensasi berderak pada sendi
• Kesulitan berjalan pada kondisi yang lebih berat
2. Panggul
Dapat menyebabkan nyeri di:
• Panggul
• Selangkangan
• Paha
• Bokong
Gerakan seperti berjalan atau menaiki tangga dapat menjadi lebih sulit.
3. Tangan
Dapat menyebabkan:
• Nyeri pada jari
• Kaku
• Pembengkakan
• Benjolan pada sendi jari
• Kesulitan menggenggam atau melakukan aktivitas yang membutuhkan gerakan tangan.
4. Kaki dan Tulang Belakang
OA juga dapat mengenai sendi kaki maupun struktur tulang belakang dan menyebabkan nyeri serta keterbatasan gerak.
Gejala Osteoarthritis
Gejala OA dapat berkembang perlahan.
Beberapa keluhan yang paling sering dirasakan adalah:
Nyeri Sendi
Nyeri biasanya berkaitan dengan aktivitas atau penggunaan sendi dan dapat berkurang ketika beristirahat.
Kekakuan
Sendi terasa kaku terutama setelah lama tidak bergerak.
Pembengkakan
Sendi dapat tampak atau terasa membengkak.
Gerakan Terbatas
Penderita mungkin mulai kesulitan melakukan gerakan tertentu, seperti menekuk lutut atau menggenggam benda.
Bunyi pada Sendi
Dapat muncul sensasi atau suara berderak ketika sendi digerakkan.
Penurunan Kekuatan Otot
Kurangnya aktivitas akibat nyeri dapat menyebabkan otot di sekitar sendi menjadi lebih lemah.
Pada OA yang berat, nyeri dapat terjadi bahkan ketika sedang beristirahat dan aktivitas sehari-hari dapat semakin terbatas.
Apa Penyebab Osteoarthritis?
Osteoarthritis tidak disebabkan oleh satu faktor saja.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko meliputi:
1. Usia
Risiko osteoarthritis meningkat seiring bertambahnya usia, meskipun OA bukan bagian yang pasti dari proses penuaan.
2. Berat Badan Berlebih
Berat badan berlebih dapat meningkatkan beban mekanis pada sendi, terutama lutut dan panggul.
Selain beban mekanis, obesitas juga berkaitan dengan perubahan metabolik dan proses inflamasi yang dapat berkontribusi terhadap OA.
3. Cedera Sendi
Riwayat cedera, seperti cedera olahraga atau kecelakaan, dapat meningkatkan risiko OA di kemudian hari.
4. Aktivitas Berulang
Aktivitas pekerjaan atau olahraga tertentu yang memberikan beban berulang pada sendi dapat meningkatkan risiko.
5. Faktor Genetik
Riwayat keluarga tertentu dapat berperan dalam risiko seseorang mengalami OA.
6. Penyakit Sendi Sebelumnya
Penyakit sendi lain, seperti gout atau rheumatoid arthritis, juga dapat meningkatkan risiko perubahan degeneratif pada sendi.
Siapa yang Berisiko Mengalami Osteoarthritis?
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi, antara lain:
• Orang berusia 45 tahun ke atas
• Individu dengan berat badan berlebih atau obesitas
• Orang dengan riwayat cedera sendi
• Pekerja dengan aktivitas yang memberikan beban berulang pada sendi
• Atlet dengan riwayat cedera sendi tertentu
• Orang dengan riwayat penyakit sendi
• Individu dengan faktor genetik tertentu
OA juga lebih sering ditemukan pada perempuan.
Bagaimana Osteoarthritis Didiagnosis?
Diagnosis osteoarthritis umumnya dapat dilakukan melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik.
Dokter akan menilai:
• Lokasi nyeri
• Hubungan nyeri dengan aktivitas
• Kekakuan sendi
• Rentang gerak
• Pembengkakan
• Kondisi otot dan fungsi sendi
• Riwayat cedera atau penyakit sebelumnya
Menurut NICE, pada orang berusia 45 tahun atau lebih dengan nyeri sendi yang berhubungan dengan aktivitas dan kekakuan pagi hari tidak ada atau berlangsung tidak lebih dari 30 menit, osteoarthritis dapat didiagnosis secara klinis tanpa pemeriksaan pencitraan rutin.
Apakah Harus Rontgen?
Tidak selalu.
Pemeriksaan X-ray atau pencitraan lain dapat dipertimbangkan apabila gejala tidak khas atau dokter mencurigai adanya kondisi lain.
Dengan kata lain, hasil rontgen tidak selalu menentukan seberapa berat keluhan yang dirasakan pasien. Penanganan harus mempertimbangkan gejala dan fungsi pasien secara keseluruhan.
Bagaimana Cara Mengatasi Osteoarthritis?
Tujuan utama pengobatan OA adalah:
Mengurangi nyeri, mempertahankan fungsi sendi, meningkatkan kemampuan bergerak, dan membantu pasien tetap aktif.
Penanganan dapat meliputi:
1. Olahraga dan Latihan Terapeutik
Olahraga merupakan salah satu bagian utama penanganan OA.
Latihan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien, misalnya:
• Latihan penguatan otot
• Latihan fleksibilitas
• Latihan aerobik
• Latihan rentang gerak
WHO dan NICE menekankan pentingnya aktivitas fisik dan latihan terapeutik dalam pengelolaan OA.
Pada awal latihan, nyeri mungkin sedikit meningkat. Namun, latihan yang dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan dapat membantu mengurangi nyeri serta meningkatkan fungsi dalam jangka panjang.
2. Menjaga Berat Badan
Bagi pasien dengan kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan dapat membantu mengurangi beban pada sendi dan memperbaiki fungsi.
Program penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan realistis dengan memperhatikan kondisi kesehatan pasien.
3. Obat Pereda Nyeri
Dokter dapat mempertimbangkan obat untuk mengendalikan nyeri sesuai kondisi pasien.
Untuk osteoarthritis lutut, NICE merekomendasikan NSAID topikal sebagai salah satu pilihan terapi farmakologis. NSAID oral dapat dipertimbangkan apabila terapi topikal tidak efektif atau tidak sesuai, dengan memperhatikan risiko terhadap lambung, ginjal, hati, jantung, serta obat lain yang sedang dikonsumsi.
Karena obat antiinflamasi dapat memiliki efek samping, penggunaannya sebaiknya berdasarkan anjuran dokter.
4. Injeksi Sendi
Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan injeksi kortikosteroid intra-artikular.
Menurut NICE, injeksi kortikosteroid dapat dipertimbangkan ketika terapi farmakologis lain tidak efektif atau tidak sesuai, atau untuk membantu pasien menjalani latihan terapeutik. Efeknya umumnya bersifat jangka pendek, sekitar 2–10 minggu.
Tidak semua jenis injeksi sendi direkomendasikan secara rutin. Karena itu, pilihan terapi harus didiskusikan dengan dokter berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
5. Rehabilitasi Medik
Rehabilitasi bertujuan membantu pasien:
• Mengurangi nyeri
• Meningkatkan kekuatan otot
• Mempertahankan fleksibilitas
• Meningkatkan kemampuan berjalan
• Mempertahankan kemandirian
• Kembali melakukan aktivitas sehari-hari
Program rehabilitasi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien.
6. Operasi Penggantian Sendi
Pada osteoarthritis yang berat, ketika nyeri dan keterbatasan fungsi sangat mengganggu kualitas hidup dan terapi non-operatif tidak lagi efektif atau sesuai, dokter dapat mempertimbangkan operasi penggantian sendi (joint replacement).
Tindakan ini paling sering dilakukan pada sendi lutut dan panggul.
Keputusan operasi dilakukan melalui evaluasi menyeluruh oleh dokter dan mempertimbangkan kondisi kesehatan serta kebutuhan pasien.
Benarkah Osteoarthritis Tidak Bisa Diapa-apakan?
Tidak benar.
Osteoarthritis memang merupakan kondisi kronis dan belum memiliki terapi yang dapat mengembalikan sendi sepenuhnya seperti sebelum mengalami perubahan.
Namun, gejala dan fungsi sendi dapat dikelola.
Dengan:
✔ Latihan yang tepat
✔ Berat badan yang sehat
✔ Edukasi
✔ Pengendalian nyeri
✔ Rehabilitasi
✔ Obat sesuai indikasi
✔ Tindakan medis atau operasi pada kasus tertentu
pasien tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Tips Menjaga Kesehatan Sendi
Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sendi:
Tetap Aktif
Hindari terlalu lama tidak bergerak. Pilih aktivitas yang sesuai kemampuan dan kondisi sendi.
Jaga Berat Badan
Mempertahankan berat badan sehat dapat membantu mengurangi beban pada sendi, terutama lutut dan panggul.
Perkuat Otot
Otot yang kuat membantu menopang dan menstabilkan sendi.
Hindari Beban Berlebihan
Gunakan teknik yang tepat saat mengangkat barang dan hindari aktivitas berulang yang memberikan tekanan berlebihan pada sendi.
Tangani Cedera Sendi dengan Tepat
Jangan mengabaikan cedera olahraga atau kecelakaan yang melibatkan sendi.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Sebaiknya konsultasikan keluhan kepada dokter apabila:
• Nyeri sendi berlangsung terus-menerus
• Nyeri mengganggu aktivitas sehari-hari
• Sendi terasa semakin kaku
• Sendi mengalami pembengkakan berulang
• Sulit berjalan atau menaiki tangga
• Nyeri tidak membaik dengan istirahat
• Keluhan semakin berat dari waktu ke waktu
Semakin cepat penyebab nyeri diketahui, semakin cepat pula program penanganan dapat disesuaikan.
Layanan RSU Budi Kemuliaan untuk Keluhan Nyeri Sendi
RSU Budi Kemuliaan berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat, termasuk dalam penanganan keluhan nyeri sendi dan gangguan gerak.
Pasien dapat memperoleh evaluasi sesuai kebutuhan melalui dokter terkait, serta mendapatkan rujukan atau penanganan lanjutan apabila diperlukan.
Pendekatan pelayanan tidak hanya berfokus pada mengurangi rasa sakit, tetapi juga membantu pasien mempertahankan fungsi, mobilitas, dan kualitas hidup.
Kesimpulan
Osteoarthritis bukan sekadar "pengapuran" dan bukan berarti harus berhenti beraktivitas.
Osteoarthritis merupakan penyakit sendi kronis yang dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak. Lutut, panggul, tangan, kaki, dan tulang belakang merupakan beberapa lokasi yang paling sering terkena.
Meskipun tidak dapat dianggap sebagai kondisi yang dapat disembuhkan sepenuhnya, OA dapat dikelola dengan baik melalui kombinasi latihan terapeutik, pengelolaan berat badan, edukasi, obat-obatan sesuai indikasi, rehabilitasi, serta tindakan medis atau operasi pada kondisi tertentu.
Jangan biarkan nyeri sendi membatasi aktivitas dan kualitas hidup Anda.
Jika Anda mengalami nyeri atau kekakuan sendi yang menetap, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang sesuai.
RSU Budi Kemuliaan
Rawat Nyeri Sendi, Pertahankan Gerak, Tingkatkan Kualitas Hidup.
Sumber
1. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Osteoarthritis in over 16s: diagnosis and management (NG226). 2022.
2. American College of Rheumatology (ACR) & Arthritis Foundation. 2019 Guideline for the Management of Osteoarthritis of the Hand, Hip, and Knee.
3. Long H, Liu Q, Yin H, et al. Prevalence trends of site-specific osteoarthritis from 1990 to 2019: Findings from the Global Burden of Disease Study 2019. Arthritis & Rheumatology. 2022;74(7):1172–1183. doi: 10.1002/art.42089. Epub 2022 Jun 2. PMID: 35233975; PMCID: PMC9543105.
Berita Terbaru