
29 Oktober 2026

Operasi Katarak dengan Metode Phacoemulsification: Prosedur Modern untuk Mengembalikan Penglihatan Lebih Jelas
Penglihatan yang mulai berkabut, silau saat melihat lampu di malam hari, warna tampak semakin pudar, atau merasa seperti melihat melalui kabut sering kali dianggap sebagai bagian normal dari pertambahan usia. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda katarak.
Katarak merupakan kondisi ketika lensa alami mata yang seharusnya jernih menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat difokuskan dengan optimal ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi buram dan aktivitas sehari-hari seperti membaca, mengemudi, bekerja, atau mengenali wajah dapat terganggu.
Kabar baiknya, katarak dapat ditangani. Hingga saat ini, operasi merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan katarak secara definitif. Salah satu teknik operasi yang banyak digunakan dalam bedah katarak modern adalah phacoemulsification (fakoemulsifikasi), yaitu teknik menggunakan energi ultrasonik untuk memecah lensa yang keruh menjadi bagian-bagian kecil sebelum dikeluarkan dari mata dan digantikan dengan lensa buatan atau intraocular lens (IOL).
Apa Itu Katarak?
Katarak adalah kekeruhan pada lensa alami mata. Lensa normal bersifat transparan dan berfungsi memfokuskan cahaya agar terbentuk gambaran yang jelas pada retina.
Ketika lensa mengalami kekeruhan, cahaya yang masuk ke mata menjadi tersebar sehingga penglihatan dapat menjadi buram atau berkabut.
Katarak paling sering berkaitan dengan proses penuaan, tetapi perkembangannya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti diabetes, riwayat trauma mata, merokok, serta paparan sinar ultraviolet yang berlebihan.
Secara global, katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan. WHO memperkirakan katarak memengaruhi lebih dari 94 juta orang di seluruh dunia.
Apa Saja Gejala Katarak?
Katarak biasanya berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, keluhan mungkin ringan dan tidak terlalu mengganggu. Seiring kekeruhan lensa bertambah, pasien dapat mengalami:
• Penglihatan buram atau berkabut.
• Penglihatan terasa lebih redup.
• Sulit melihat pada malam hari.
• Silau ketika melihat lampu atau sinar matahari.
• Muncul halo atau lingkaran cahaya di sekitar sumber cahaya.
• Warna terlihat lebih pudar atau kekuningan.
• Kesulitan membaca meskipun sebelumnya dapat membaca dengan baik.
• Sering membutuhkan pencahayaan yang lebih terang.
• Penglihatan ganda pada satu mata.
• Ukuran kacamata sering berubah atau kacamata lama terasa tidak lagi membantu.
Penting: tidak semua gangguan penglihatan disebabkan oleh katarak. Keluhan serupa juga dapat terjadi pada kelainan refraksi, glaukoma, penyakit retina, atau gangguan mata lainnya. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata diperlukan untuk menentukan penyebabnya.
Kapan Katarak Perlu Dioperasi?
Tidak semua katarak harus langsung dioperasi setelah ditemukan.
Pada katarak tahap awal, dokter mungkin masih dapat membantu pasien dengan mengoptimalkan kacamata, pencahayaan, atau strategi lain untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Namun, operasi biasanya dipertimbangkan ketika katarak mulai mengganggu aktivitas dan kualitas hidup pasien, misalnya:
• Kesulitan membaca.
• Kesulitan bekerja.
• Kesulitan mengemudi.
• Sulit melihat pada malam hari.
• Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
• Penglihatan tidak lagi dapat dikoreksi secara memadai dengan kacamata.
• Katarak menghambat pemeriksaan atau penanganan penyakit lain di bagian belakang mata.
Keputusan operasi sebaiknya dilakukan melalui diskusi antara pasien dan dokter spesialis mata dengan mempertimbangkan kondisi mata, kesehatan umum, kebutuhan visual, manfaat, risiko, serta harapan pasien.
Apa Itu Operasi Katarak dengan Metode Phacoemulsification?
Phacoemulsification atau fakoemulsifikasi merupakan teknik operasi katarak modern yang menggunakan energi ultrasonik untuk memecah lensa mata yang mengalami katarak menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga dapat dikeluarkan melalui sayatan kecil.
Setelah lensa yang keruh dikeluarkan, dokter akan memasukkan intraocular lens (IOL) untuk menggantikan fungsi optik lensa alami.
Secara sederhana:
Lensa keruh → dipecah menggunakan energi ultrasonik → dikeluarkan → diganti dengan IOL.
Berbeda dengan teknik operasi katarak lama yang memerlukan sayatan lebih besar untuk mengeluarkan lensa, teknik phacoemulsification memungkinkan pengangkatan lensa melalui sayatan yang relatif kecil.
Bagaimana Proses Operasi Phacoemulsification?
Secara umum, rangkaian tindakan terdiri dari beberapa tahap.
1. Pemeriksaan sebelum operasi
Sebelum operasi, dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi mata dan menentukan perencanaan operasi.
Pemeriksaan dapat mencakup:
• Pemeriksaan tajam penglihatan.
• Pemeriksaan segmen anterior dan posterior mata.
• Pengukuran biometrik mata.
• Pengukuran panjang bola mata dan parameter kornea.
• Perhitungan kekuatan IOL yang akan ditanam.
• Evaluasi kondisi retina dan saraf optik bila diperlukan.
• Penilaian penyakit penyerta yang dapat memengaruhi hasil operasi.
Pengukuran mata sebelum operasi sangat penting karena hasilnya digunakan untuk membantu menentukan kekuatan lensa intraokular yang akan ditanam.
2. Persiapan dan anestesi
Operasi katarak umumnya dilakukan dengan anestesi lokal/topikal sehingga pasien tetap sadar selama prosedur.
Obat tetes anestesi diberikan untuk membuat mata mati rasa. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menggunakan teknik anestesi tambahan sesuai kebutuhan pasien.
Pasien mungkin tetap melihat cahaya atau gerakan selama operasi, tetapi seharusnya tidak melihat detail tindakan pembedahan secara jelas.
3. Membuat sayatan kecil
Dokter membuat akses melalui bagian depan mata, biasanya di area kornea perifer.
Pada teknik modern, sayatan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat bersifat self-sealing, sehingga pada banyak kasus tidak memerlukan jahitan. Namun, kebutuhan jahitan tetap bergantung pada kondisi dan pertimbangan dokter selama operasi.
4. Membuka kapsul lensa
Dokter membuat bukaan terkontrol pada kapsul bagian depan lensa untuk mendapatkan akses ke lensa katarak.
Kapsul lensa yang tersisa akan membantu menjadi tempat penyangga bagi IOL yang baru.
5. Phacoemulsification
Inilah tahap utama yang membedakan metode ini.
Alat khusus dengan ujung ultrasonik digunakan untuk memecah inti lensa yang keruh menjadi fragmen-fragmen kecil.
Fragmen tersebut kemudian diaspirasi keluar dari mata menggunakan sistem irigasi-aspirasi.
6. Pemasangan lensa intraokular atau IOL
Setelah lensa katarak dikeluarkan, dokter memasukkan intraocular lens (IOL) ke dalam mata.
Pada kondisi yang memungkinkan, IOL biasanya ditempatkan di dalam kapsul lensa yang masih dipertahankan.
IOL berfungsi menggantikan kemampuan optik lensa alami yang telah dikeluarkan.
7. Penyelesaian operasi
Dokter memastikan posisi IOL dan kondisi mata, kemudian menutup akses operasi.
Pada sayatan kecil yang stabil, luka dapat menutup sendiri tanpa jahitan. Setelah itu pasien dipantau sebelum diperbolehkan pulang sesuai kondisi dan protokol fasilitas pelayanan kesehatan.
Apakah Operasi Phacoemulsification Sakit?
Salah satu kekhawatiran pasien yang paling sering muncul adalah:
“Apakah operasi katarak terasa sakit?”
Pada umumnya, operasi dilakukan dengan anestesi lokal/topikal sehingga pasien tidak merasakan nyeri tajam selama tindakan.
Pasien dapat merasakan sensasi seperti tekanan, sentuhan, atau melihat cahaya dan gerakan selama operasi. Dokter juga dapat memberikan obat untuk membantu pasien lebih rileks bila diperlukan.
ESCRS merekomendasikan anestesi topikal sebagai teknik yang banyak digunakan dan sesuai untuk pasien yang memenuhi kriteria, dengan anestesi tambahan dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu.
Apa Itu IOL dan Apa Saja Jenisnya?
Setelah lensa katarak dikeluarkan, mata membutuhkan pengganti lensa untuk membantu memfokuskan cahaya.
Pengganti tersebut disebut intraocular lens (IOL).
Pemilihan IOL tidak dapat disamaratakan untuk semua pasien. Dokter akan mempertimbangkan kondisi mata, kebutuhan aktivitas, kondisi kornea dan retina, kelainan refraksi, serta harapan pasien.
Secara umum, pilihan IOL dapat meliputi:
1. Monofocal IOL
Dirancang untuk memberikan fokus utama pada satu jarak, paling sering untuk penglihatan jauh.
Pasien masih mungkin membutuhkan kacamata untuk aktivitas jarak dekat, seperti membaca.
2. Enhanced monofocal / EDOF
Jenis tertentu dirancang untuk memberikan rentang penglihatan yang lebih luas dibandingkan monofokal konvensional, terutama untuk jarak jauh hingga menengah.
3. Multifocal IOL
Dirancang untuk memberikan penglihatan pada lebih dari satu jarak, misalnya jauh, menengah, dan dekat, sehingga pada pasien yang sesuai dapat mengurangi ketergantungan terhadap kacamata.
Namun, jenis IOL tertentu juga dapat meningkatkan kemungkinan munculnya keluhan visual seperti glare atau halo pada sebagian pasien.
4. Toric IOL
Dirancang untuk membantu mengoreksi astigmatisme kornea pada pasien yang memenuhi kriteria.
ESCRS merekomendasikan pertimbangan toric IOL pada derajat astigmatisme kornea tertentu, dengan manfaat yang semakin kuat pada astigmatisme yang lebih tinggi.
Jadi, “lensa terbaik” bukan berarti satu jenis lensa yang cocok untuk semua orang. Pemilihan IOL sebaiknya dilakukan melalui diskusi dan keputusan bersama antara pasien dan dokter spesialis mata.
Apa Keuntungan Phacoemulsification?
Dengan teknik modern dan pemilihan pasien yang tepat, operasi katarak dapat memberikan perbaikan fungsi penglihatan yang bermakna.
Beberapa keuntungan teknik phacoemulsification antara lain:
• Menggunakan sayatan yang relatif kecil.
• Lensa katarak dapat dipecah menjadi fragmen kecil sebelum dikeluarkan.
• Memungkinkan pemasangan IOL pada prosedur yang sama.
• Pada banyak kasus, luka operasi tidak membutuhkan jahitan.
• Pemulihan penglihatan dapat berlangsung relatif cepat, meskipun kecepatannya berbeda pada setiap pasien.
• Merupakan salah satu teknik operasi katarak yang telah digunakan secara luas.
WHO menekankan bahwa kualitas operasi katarak harus diperhatikan pada seluruh rangkaian pelayanan, mulai dari fase sebelum operasi, selama operasi, hingga perawatan setelah operasi.
Bagaimana Pemulihan Setelah Operasi?
Setelah operasi, penglihatan tidak selalu langsung menjadi sempurna.
Pada beberapa pasien dapat terjadi:
• Penglihatan masih agak buram.
• Mata terasa mengganjal atau seperti ada benda asing.
• Mata sedikit merah.
• Sensitif terhadap cahaya.
• Penglihatan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan IOL baru.
Keluhan ringan tersebut dapat merupakan bagian dari proses penyembuhan. Lama pemulihan dapat berbeda-beda tergantung kondisi mata, tingkat kekerasan katarak, teknik operasi, penyakit penyerta, dan faktor lainnya.
Dokter biasanya memberikan obat tetes mata sesuai kondisi pasien dan menjadwalkan pemeriksaan kontrol untuk memantau proses penyembuhan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Setelah Operasi?
Untuk membantu proses pemulihan, pasien perlu mengikuti instruksi dokter, termasuk:
• Menggunakan obat tetes sesuai resep dan jadwal.
• Tidak menggosok atau menekan mata.
• Menjaga kebersihan tangan sebelum menggunakan obat tetes.
• Menghindari aktivitas yang dilarang dokter selama masa pemulihan.
• Menggunakan pelindung mata bila dianjurkan.
• Datang sesuai jadwal kontrol.
• Segera menghubungi fasilitas kesehatan jika muncul keluhan yang tidak biasa.
Instruksi pascaoperasi dapat berbeda antara satu pasien dengan pasien lainnya sehingga sebaiknya mengikuti petunjuk dokter yang melakukan pemeriksaan dan tindakan.
Apakah Katarak Bisa Muncul Lagi Setelah Operasi?
Katarak yang sudah dikeluarkan tidak tumbuh kembali.
Namun, beberapa waktu setelah operasi, sebagian pasien dapat mengalami kekeruhan pada kapsul lensa yang berada di belakang IOL. Kondisi ini disebut posterior capsule opacification (PCO).
Keluhannya dapat menyerupai katarak, seperti penglihatan kembali berkabut atau menurun.
PCO dapat ditangani dengan prosedur laser yang disebut Nd laser capsulotomy, yaitu membuat bukaan pada kapsul yang keruh agar cahaya dapat kembali melewati jalur optik dengan lebih baik.
Jadi, kondisi ini bukan berarti “kataraknya tumbuh kembali”.
Apa Saja Risiko atau Komplikasi Operasi Katarak?
Seperti prosedur medis lainnya, operasi katarak memiliki risiko meskipun komplikasi serius relatif jarang pada operasi modern.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
• Infeksi intraokular atau endophthalmitis.
• Peningkatan tekanan intraokular.
• Peradangan.
• Edema kornea.
• Perdarahan.
• Ruptur kapsul posterior.
• Cystoid macular edema.
• Masalah pada retina, termasuk robekan atau ablasio retina pada kondisi tertentu.
• Pergeseran atau dislokasi IOL.
• Posterior capsule opacification.
• Keluhan visual seperti glare atau halo.
• Penurunan penglihatan yang tidak sesuai harapan akibat penyakit mata lain atau komplikasi.
Risiko individual berbeda-beda. Kondisi seperti penyakit retina, glaukoma, diabetes, gangguan kornea, riwayat operasi mata, atau kondisi mata lainnya dapat memengaruhi prognosis visual setelah operasi.
Kapan Harus Segera Kembali ke Dokter?
Setelah operasi, pasien perlu segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami:
• Nyeri mata yang berat atau semakin bertambah.
• Penurunan penglihatan yang tiba-tiba atau semakin memburuk.
• Mata semakin merah.
• Keluar cairan atau kotoran dari mata.
• Kilatan cahaya baru.
• Banyak floaters baru.
• Muncul seperti tirai atau bayangan menutup sebagian lapang pandang.
Keluhan tersebut perlu dievaluasi karena dapat menjadi tanda komplikasi yang membutuhkan penanganan segera.
Apakah Operasi Katarak Harus Menunggu Katarak “Matang”?
Tidak selalu.
Pasien tidak harus menunggu sampai katarak menjadi sangat tebal atau “matang” apabila katarak sudah mengganggu aktivitas dan kualitas hidup.
Keputusan operasi lebih tepat didasarkan pada seberapa besar gangguan penglihatan yang ditimbulkan katarak, kondisi mata, kebutuhan pasien, serta pertimbangan dokter spesialis mata.
Karena itu, apabila penglihatan mulai terganggu, pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan lebih awal daripada menunggu sampai aktivitas sehari-hari sangat terbatas.
Mitos atau Fakta Seputar Operasi Katarak
“Katarak harus matang dulu baru boleh dioperasi.”
MITOS.
Operasi dapat dipertimbangkan ketika katarak sudah mengganggu fungsi penglihatan dan aktivitas sehari-hari. Tidak harus menunggu sampai katarak sangat matang.
“Setelah operasi katarak, kataraknya bisa tumbuh lagi.”
MITOS.
Lensa yang mengalami katarak telah dikeluarkan. Namun, kapsul lensa dapat mengalami kekeruhan setelah operasi atau PCO dan dapat ditangani dengan laser YAG bila diperlukan.
“Operasi katarak selalu harus dijahit.”
MITOS.
Pada teknik modern dengan sayatan kecil, luka dapat bersifat self-sealing sehingga pada banyak kasus tidak memerlukan jahitan. Namun, keputusan akhir bergantung pada kondisi mata dan pertimbangan dokter.
“Setelah operasi katarak pasti tidak membutuhkan kacamata lagi.”
MITOS.
Ketergantungan terhadap kacamata setelah operasi bergantung pada jenis IOL, target refraksi, kondisi mata, dan kebutuhan visual pasien. Sebagian pasien masih membutuhkan kacamata untuk aktivitas tertentu.
Mengapa Pemeriksaan Sebelum Operasi Sangat Penting?
Operasi katarak bukan sekadar “mengeluarkan lensa yang keruh”.
Hasil penglihatan setelah operasi juga dipengaruhi oleh kondisi retina, kornea, saraf optik, penyakit penyerta, pengukuran mata, pemilihan IOL, teknik operasi, serta perawatan pascaoperasi.
Karena itu, evaluasi menyeluruh sebelum operasi merupakan bagian penting dari pelayanan katarak.
WHO dalam rekomendasi kualitas pelayanan operasi katarak tahun 2026 menekankan pentingnya mutu pelayanan pada fase preoperatif, intraoperatif, dan postoperatif untuk mencapai hasil operasi yang optimal.
Operasi Katarak dengan Phacoemulsification di RSU Budi Kemuliaan
RSU Budi Kemuliaan menghadirkan pelayanan kesehatan mata untuk membantu masyarakat mendapatkan diagnosis dan penanganan gangguan penglihatan secara tepat.
Bagi pasien yang mengalami penglihatan buram, silau, kesulitan melihat pada malam hari, atau keluhan lain yang mengarah pada katarak, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata penting dilakukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan pilihan terapi yang sesuai.
Apabila katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan apakah pasien merupakan kandidat operasi katarak, termasuk dengan metode phacoemulsification dan pemasangan intraocular lens (IOL) sesuai kondisi serta kebutuhan visual pasien.
Jangan tunggu penglihatan semakin terbatas. Kenali gejalanya, lakukan pemeriksaan mata, dan diskusikan pilihan penanganan bersama dokter spesialis mata.
Kesimpulan
Katarak merupakan kekeruhan lensa alami mata yang dapat menyebabkan penglihatan buram, silau, kesulitan melihat malam hari, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Operasi merupakan terapi definitif untuk menghilangkan katarak. Salah satu metode yang banyak digunakan dalam operasi katarak modern adalah phacoemulsification, yaitu memecah lensa yang keruh menggunakan energi ultrasonik melalui sayatan kecil, mengeluarkannya, kemudian menggantinya dengan intraocular lens (IOL).
Dengan perkembangan teknologi dan teknik bedah modern, operasi katarak saat ini merupakan tindakan yang efektif untuk memperbaiki gangguan penglihatan akibat katarak. Namun, keberhasilan visual tidak hanya ditentukan oleh tindakan operasi, melainkan juga oleh pemeriksaan sebelum operasi, pemilihan IOL yang tepat, kondisi mata pasien, teknik pembedahan, serta perawatan dan kontrol setelah operasi.
Jika Anda atau anggota keluarga mulai mengalami penglihatan berkabut atau aktivitas sehari-hari terganggu karena penglihatan menurun, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan mata.
Sumber
1. World Health Organization (WHO). Summary of recommendations for quality of care in cataract surgery management. 2026.
2. National Eye Institute (NEI). Cataract Surgery. https://www.nei.nih.gov/eye-health-information/eye-conditions-and-diseases/cataracts/cataract-surgery
3. American Academy of Ophthalmology EyeWiki. Cataract Surgery Complications. Updated September 2026. https://www.aao.org/eye-health/diseases/cataract-surgery-complications
Berita Terbaru