Waspada Pneumonia Mycoplasma Pada

Artikel Detail Artikel

9 Desember

2 bulan yang lalu

Waspada Pneumonia Mycoplasma Pada

Mycoplasma pneumoniae adalah salah satu bakteri penyebab radang paru-paru atau pneumonia. Meski umumnya menimbulkan gejala infeksi yang ringan, Mycoplasma pneumoniae juga dapat memicu pneumonia berat.

Pneumonia akibat Mycoplasma pneumoniae, yaitu pneumonia mycoplasma, disebut juga walking pneumonia. Istilah tersebut muncul karena penyakit ini umumnya menimbulkan gejala yang ringan dan memerlukan waktu yang lama untuk menyebar. Selain itu, tidak semua orang yang tertular bakteri ini akan mengalami gejala.

Gejala yang dapat muncul akibat infeksi Mycoplasma pneumonia adalah flu dan batuk. Pada orang dewasa, gejala penyakit ini biasanya tidak begitu berat sehingga penderitanya masih mampu beraktivitas, tetapi gejala ini bisa juga berlangsung lama sehingga cukup mengganggu.

Sebaliknya, pada anak-anak, infeksi Mycoplasma pneumonia berisiko lebih besar untuk menimbulkan gejala yang berat.

Perlu diketahui bahwa Mycoplasma pneumoniae bukan jenis bakteri baru. Bakteri ini merupakan kuman yang paling sering menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan, terutama sebelum pandemi COVID-19.

 

Penyebab Mycoplasma pneumoniae

Mycoplasma pneumoniae menyebar melalui percikan air liur (droplets) di udara ketika penderitanya batuk atau bersin. Seseorang dapat terkena infeksi Mycoplasma pneumoniae bila tidak sengaja menghirup droplets tersebut. Bakteri ini biasanya menimbulkan gejala sekitar 1–4 minggu setelah menginfeksi tubuh.

 

Gejala Mycoplasma pneumoniae

Gejala infeksi Mycoplasma pneumoniae biasanya ringan, berbeda dengan gejala pneumonia pada umumnya. Meski begitu, gejalanya dapat berlangsung dalam hitungan minggu atau bulan.

Mycoplasma pneumoniae bisa menyebabkan infeksi disaluran pernapasan atas atau saluran pernapasan bawah dengan gejala berupa:

- Sakit tenggorokan

- Lelah atau lemas

- Demam ringan

- Batuk-batuk, dimulai dari batuk kering yang dapat berkembang menjadi batuk berdahak kuning kehijauan

- Nyeri dada karena batuk yang sulit berhenti

- Sakit kepala

Sementara itu, pada anak usia di bawah 5 tahun, penyakit infeksi Mycoplasma pneumoniae dapat menyebabkan sejumlah gejala berikut ini:

- Pilek atau hidung tersumbat

- Mata berair

- Sakit tenggorokan

- Bersin-bersin

- Mengi atau bengek

- Muntah-muntah

- Diare

 

Diagnosis Mycoplasma pneumoniae

Pertama-tama, dokter akan bertanya kepada pasien terkait gejala yang dialami dan sudah berapa lama gejala tersebut berlangsung. Selanjutnya, dokter akan memakai stetoskop untuk mencari tahu apakah ada suara yang tidak normal pada paru-paru pasien, seperti mengi atau ngorok.

Jika ada kecurigaan ke arah infeksi pada saluran napas atau paru-paru, termasuk infeksi Mycoplasma pneumoniae, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan penyebabnya. Pemeriksaan tersebut berupa:

- Tes darah, untuk melihat adanya tanda infeksi dan memperkirakan penyebabnya

- Foto rontgen dada, untuk melihat gambaran white lung atau bercak-bercak putih pada paru

- Tes usap (swab) hidung dan tenggorokan atau tes air liur (sputum test), untuk mendeteksi bakteri penyebab infeksi

- CT scan dada, untuk melihat kondisi paru-paru secara lebih jelas

 

Pengobatan Mycoplasma pneumoniae

Pengobatan infeksi Mycoplasma pneumoniae tergantung pada tingkat keparahannya. Jika gejalanya ringan, cukup lakukan upaya perawatan sederhana, seperti:

- Perbanyak minum air putih untuk mengencerkan dahak di tenggorokan agar mudah dikeluarkan.

- Konsumsi obat pereda demam dan nyeri, seperti paracetamol atau OAINS, untuk mengatasi demam, sakit kepala, dan rasa tidak enak badan. Namun, jangan memberikan aspirin kepada anak-anak karena obat ini bisa menyebabkan sindrom REYE

- Minumlah obat pengencer dahak, seperti guaifenesin, jika batuk berdahak.

- Hindari polusi udara.

- Lakukan konsultasi dengan dokter, baik secara langsung maupun melalui chat, untuk mendapatkan obat pereda batuk yang tepat.

- Pastikan untuk beristirahat dan tidur yang cukup.

 

Pencegahan Mycoplasma pneumoniae

Seperti telah disebutkan di atas, bakteri Mycoplasma pneumoniae umumnya menular melalui droplets saat penderitanya batuk atau bersin. Oleh sebab itu, cara mencegah penyakit ini adalah dengan upaya-upaya berikut:

  • Jangan menyentuh area wajah sebelum mencuci tangan. Cucilah tangan dengan air dan sabun selama setidaknya 20 detik, atau gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol jika tidak ada air dan sabun.
  • Hindari kontak atau berdekatan dengan orang yang sedang sakit, terutama yang menunjukkan gejala flu.
  • Jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan tidur yang cukup.
  • Bersihkan secara rutin mainan atau barang-barang yang sering dipakai anak.

Bagi penderita infeksi Mycoplasma pneumonia, langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini ke orang lain adalah:

- Terapkan etika batuk bersin yang benar, yaitu dengan menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian membuang tisu ke tempat sampah.

- Batasi keluar rumah jika sedang mengalami gejala flu, seperti batuk, pilek, atau bersin-bersin.

- Pakai masker dan terapkan etika batuk bersin apabila perlu keluar rumah.

- Cuci tangan secara rutin.

- Konsultasikan keluhan yang dialami dengan dokter dan minumlah obat yang dianjurkan sesuai dengan aturan pakai.

- Cuci tangan dan kenakan masker saat akan menyusui atau menyiapkan makanan anak.

Lebih lanjut, diskusikan dengan Dokter Spesialis Anak RS Budi Kemuliaan apabila Sobat memiliki pertanyaan seputar masalah atau kesehatan anak. Lakukan reservasi dan daftar online bagi Anda pasien dengan rujukan BPJS atau umum melalui CUSTOMER SERVICE kami pada 0812 9000 3051 (WA) dan 021 384 2828 Ext 0/200 (TELP).

 

 

SUMBER :

Sauteur, P., & Beeton, M. (2023). Mycoplasma pneumoniae: Delayed Re-emergence After COVID-19 Pandemic Restrictions. The Lancet, (23), pp. 1–2.
Sauteur, P., & Beeton, M. (2023). Mycoplasma pneumoniae: Gone Forever? The Lancet, 4(10), pp. E763.
Centers for Disease Control and Prevention (2022). Atypical Pneumonia. Mycoplasma pneumoniae Infections.
Kementerian Kesehatan RI (2023). Surat Edaran Tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia.
National Institute of Health (2023). National Library of Medicine. Mycoplasma Pneumonia.
National Institute of Health (2022). MedlinePlus. Mycoplasma Pneumonia.
Cleveland Clinic (2022). Mycoplasma.
Medscape (2022). Mycoplasma Infections (Mycoplasma pneumoniae).
Medscape (2021). Mycoplasmal Pneumonia.
Verywell Health (2022). What is Mycoplasma Pneumonia?