MEMAHAMI BULLYING PADA ANAK

Artikel Detail Artikel

27 Desember

3 bulan yang lalu

MEMAHAMI BULLYING PADA ANAK

Bullying dapat menimbulkan dampak yang berbahaya dan jangka panjang bagi anak-anak. Selain efek fisik dari bullying, anak-anak dapat mengalami masalah kesehatan mental dan emosional, termasuk depresi dan kecemasan, yang dapat menyebabkan penyalahgunaan narkoba dan penurunan prestasi di sekolah. Tidak seperti bullying secara langsung, cyberbullying dapat menjangkau korban di mana saja, kapan saja. Hal ini dapat menyebabkan bahaya besar, karena dapat dengan cepat menjangkau khalayak luas dan meninggalkan jejak permanen secara online untuk semua yang terlibat di dalamnya.

Anak anda memiliki hak atas lingkungan sekolah yang aman dan asri yang menghargai harkat martabat mereka. Konvensi Hak-Hak Anak menyatakan bahwa semua anak memiliki hak atas pendidikan, dan perlindungan dari semua bentuk kekerasan fisik, mental, kerusakan, atau perlakuan salah. Bullying harus dihentikan.

 

PENCEGAHAN BULLYING

1. Ajari anak-anak Anda tentang bullying. Begitu mereka tahu apa itu bullying, anak-anak Anda akan dapat mengidentifikasinya dengan lebih mudah, apakah itu terjadi pada mereka atau orang lain.


2. Bicaralah secara terbuka dan sering kepada anak-anak Anda. Semakin sering Anda berbicara dengan anak-anak Anda tentang bullying, semakin nyaman mereka memberi tahu Anda jika mereka melihat atau mengalaminya. Periksa anak-anak Anda setiap hari dan tanyakan tentang waktu mereka di sekolah dan aktivitas mereka secara online, menanyakan tidak hanya tentang kelas dan kegiatan mereka, tetapi juga tentang perasaan mereka.


3. Bantu anak Anda agar menjadi panutan yang positif. Ada tiga pihak yang terlibat dalam bullying: korban, pelaku, dan saksi. Bahkan jika anak-anak bukan korban bullying, mereka dapat mencegah bullying dengan bersikap positif, hormat, dan baik kepada teman sebayanya. Jika mereka menyaksikan bullying, mereka dapat membela korban, menawarkan dukungan, dan atau mempertanyakan perilaku bullying yang terjadi.
 

4. Membantu membangun kepercayaan diri anak Anda. Dorong anak Anda untuk mengikuti kelas atau bergabung dengan kegiatan yang ia sukai di lingkungan Anda atau di sekolahnya. Ini juga akan membantu membangun kepercayaan diri serta menambah teman dengan minat yang sama.
 

5. Jadilah teladan. Tunjukkan pada anak Anda bagaimana memperlakukan anak-anak lain dan orang dewasa dengan kebaikan dan rasa hormat, serta melakukan hal yang sama kepada orang-orang di sekitar Anda, termasuk cobalah membela ketika orang lain diperlakukan dengan tidak baik. Anak-anak melihat orang tua mereka sebagai contoh bagaimana cara berperilaku, termasuk memposting secara online.
 

6. Jadilah bagian dari pengalaman online mereka. Biasakan diri Anda dengan platform yang digunakan anak Anda, jelaskan kepada anak Anda bagaimana dunia online dan dunia offline terhubung, dan peringatkan mereka tentang berbagai risiko yang akan mereka hadapi secara online.
 

Saya tidak yakin apakah anak saya di-bully. Tanda-tanda apa yang harus saya perhatikan?
 

- Perhatikan baik-baik. Amati keadaan emosi anak Anda, karena beberapa anak mungkin tidak mengungkapkan kekhawatiran mereka secara lisan. Tanda-tanda yang harus diwaspadai antara lain:
- Tanda fisik seperti memar yang tidak dapat dijelaskan, goresan, patah tulang dan luka dalam penyembuhan.
- Takut pergi ke sekolah atau mengikuti acara sekolah.
- Menjadi cemas, gelisah, atau sangat waspada.
- Memiliki beberapa teman di sekolah atau di luar sekolah. Kehilangan teman secara tiba-tiba atau menghindari situasi sosial
- Pakaian, alat elektronik, atau barang-barang pribadi lainnya hilang atau hancur
- Seringkali meminta uang untuk alasan yang mungkin kurang jelas atau mencurigakan
- Prestasi yang rendah
- Ketidakhadiran, bolos, atau menelepon dari sekolah meminta pulang
- Mencoba terus menerus ingin dekat orang dewasa
- Tidak tidur nyenyak dan mungkin mengalami mimpi buruk
- Mengeluh sakit kepala, sakit perut atau penyakit fisik lainnya
- Sering tertekan setelah menghabiskan waktu online atau memainkan telepon genggam atau komputer (tanpa penjelasan yang masuk akal)
- Menjadi sangat rahasia, terutama dalam hal aktivitas online
- Menjadi agresif atau memiliki ledakan kemarahan yang tiba-tiba
- Bicaralah secara terbuka. Bicaralah dengan anak Anda tentang apa yang mereka anggap sebagai perilaku baik dan buruk di sekolah, di lingkungan sekitar dan online. Penting untuk memiliki komunikasi terbuka sehingga anak-anak Anda akan merasa nyaman memberi tahu Anda tentang apa yang terjadi dalam hidup mereka.

Lebih lanjut, diskusikan dengan Psikolog RS Budi Kemuliaan apabila Sobat memiliki pertanyaan seputar kesehatan mental pada anak. Lakukan reservasi dan daftar online bagi Anda pasien dengan rujukan BPJS atau umum melalui CUSTOMER SERVICE kami pada 0812 9000 3051 (WA) dan 021 384 2828 Ext 0/200 (TELP).

 

 

SUMBER : https://www.unicef.org/indonesia/id/cara-membicarakan-bullying-dengan-anak-anda