TIPS UNTUK IBU MENYUSUI SEBELUM MULAI MASUK KERJA

Artikel Detail Artikel

14 Juni

2 tahun yang lalu

TIPS UNTUK IBU MENYUSUI SEBELUM MULAI MASUK KERJA

ASI Ekslusif selama 6 bulan untuk memberikan nutrisi terbaik pada anak sudah bukan hal yang dipertentangkan lagi. Perjuangan ibu untuk memberikan ASI kepada anaknya telah didukung baik oleh kebijakan internasional maupun nasional. Ibu yang sudah harus bekerja sebelum anak usia cukup enam bulan setelah mengambil cuti melahirkan tetap dapat memberikan ASI Eklusif kepada anak. Ibu dapat memerah ASI baik di tempat kerja maupun di rumah untuk simpanan bila ibu harus bekerja atau berpisah dengan bayi dalam beberapa jam sehari. ASI perah atau ASIP disimpan didalam lemari pendingin dengan cara yang benar agar ASI yang kelak diminum oleh bayi masih memeliki kandungan yang baik.

Tips untuk Ibu Menyusui sebelum mulai masuk Kerja, antara lain:

  1. Diskusikan dengan pasangan (suami) dan keluarga dekat mengenai waktu akan masuk bekerja kembali, yang mengasuh bayi saat bekerja, perlukah pasangan juga mengambil cuti, pembagian pekerjaan rumah tangga atau mengasuh anak-anak yang lain.
  2. Diskusikan dengan pasangan dan keluarga dekat mengenai tekad untuk memberikan ASI Ekslusif dan minta dukungan pasangan dan keluarga untuk hal tersebut.
  3. Saat dirumah tekadkan untuk menyusui bayi langsung dari payudara. Hal ini bermanfaat agar terus mestimululus payudara untuk memproduksi ASI semakin banyak. Hindari -- empeng/dot, botol susu dan minuman lain selain ASI.
  4. Semangat untuk banyak minum, makanan yang bergizi dan hindari stres agar produksi ASI tidak terganggu.
  5. Lakukan relaksasi selama 20 menit setiap hari di luar waktu memerah ASI.
  6. Pakai pakaian yang memudahkan ibu untuk memerah ASI.
  7. Berlatih cara memerah ASI menggunakan tangan, pompa manual ataupun pompa elektrik kemudian perhatikan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan payudara.Biasanya diperlukan 15-20 menit untuk mengosongkan kedua payudara. Latihan memerah ASI ini dapat dimulai sejak saat ASI pertama keluar atau payudara mulai terasa penuh yang pada umumnya terjadi di minggu pertama setelah kelahiran.
  8. Tetapkan jadwal memerah ASI, biasanya setiap 3-4 jam dari waktu selesai memerah.
  9. ASI yang diperah dapat dibekukan untuk persediaan atau tambahan saat ibu mulai bekerja. Perhatikan cara penyimpanan ASI yang benar.
  10. Berlatih memberikan ASI perah melalui cangkir, sendok, atau pipet pada jam kerja. ASI perah sebaiknya tidak diberikan dengan botol karena akan menganggu penyusuan langsung dari payudara.Menghisap dari botol berbeda dengan menyusu langsung dari ibu.
  11. Mencari pengasuh (nenek, kakek, anggota keluarga lain, baby sitter, pembantu) yang dapat memberikan ASI dan menjaga bayi selama ibu bekerja. Satu sampai dua minggu menjelang ibu bekerja, biarkan pengasuh menghabiskan waktu lebih sering
    dengan bayi agar mereka dapat lebih mengenal satu dengan lainnya.
  12. Latih pengasuh bayi agar trampil memberikan ASI perah dengan cangkir, sendok atau pipet.
  13. Bila tidak ada pengasuh, ibu sebaiknya mencari tempat penitipan anak yang dapat berkomitmen untuk memberikan ASIP sesuai jadwal dan dengan cara pemberian yang benar.

Persiapan yang matang sebelum bekerja diperlukan untuk mencapai kesuksesan menyusui ASI Eklusif . Bertukar pengalaman dengan ibu-ibu yang bekerja atau mendiskusikan dengan konselor laktasi Anda dapat membantu kebingungan dan permasalahan yang mungkin anda hadapi.

Ayo Ibu, semangat memberikan ASI Ekslusif !