Sejarah Rumah Sakit Budi Kemuliaan Tempo doeloe

“Kami bersedia berbuat apapun, memberikan diri kami, menerima luka hati. Air mata darah akan mengalir banyak, Amat banyak, tapi tidak mengapa. Semua itu akan menuju kemenangan bangsa. Tak ada Cahaya yang tidak diawalai gelap gulita. Fajar akan lahir dari malam.”

Surat RA Kartini kepada Eddi A, 17 Agustus 1902

Awal Berdirinya  Rumah Sakit Budi Kemuliaan

Surat yang rutin Kartini kirimkan kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Surat Kartini mengenai kondisi sosial terutama kondisi perempuan pribumi saat itu menjadi inspirasi oleh sekelompok wanita Belanda untuk mendirikan Vereniging tot vorming van een studiefonds voor opleiding van vrouwelijke Inlandse artsen (SOVIA). SOVIA didirikan pada tanggal 1 September 1912. Perkumpulan SOVIA sebagai perkumpulan yang concern membantu kaum wanita pribumi untuk memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sejarah Rumah sakit Budi Kemuliaan Jakarta

Jalan pengabdian Budi Kemuliaan dirintis dari pendirian perkumpulan yang benama Vereniging Tot Vorming Van Een Studiefonds Voor Opleiding Van Vrouwelijke Inlandseartsen (SOVIA) pada tanggal 1 September 1912. Perkumpulan ini awalnya didirikan dengan tujuan memberikan beasiswa bagi perempuan bumiputra untuk menjadi dokter. Pendirinya adalah sekelompok wanita Belanda yang mempunyai kedudukan penting dalam masyarakat.

Dari tahun 1912 sampai 1935, perkumpulan berlokasi di Hospitaalweg No. C7, Pejambon, Jakarta Pusat. Rumah Sakit yang didirikan tahun 1917 yang berlokasi ditempat yang sama yang kemudian dipindahkan pada tahun 1935 ke gang Scot No. 25 yang sekarang dikenal dengan nama Jl. Budi Kemuliaan No. 25 (lokasi Budi Kemuliaan saat ini). Diantara puluhan nama pendiri yang sebagian berwarganegara Belanda, tercatat nama orang Indonesia di dalamnya yaitu Bupati Rd. Tumenggung Djayadiningrat.

Kemudian perkumpulan berhasil membangun RS Budi Kemuliaan pada tahun 1917. Berubah menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak sejak tahun 2007. Budi Kemuliaan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik melalui Pelayanan Kesehatan Reproduksi dengan tata kelola medik yang baik.

Bagian dari Sejarah Perjuangan Bangsa

Budi Kemuliaan menjadi bagian dan saksi perjuangan Bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya. Pada jaman pendudukan jepang tahun 1942, Rumah Sakit Budi Kemuliaan beralih menjadi milik Jepang. Di jaman revolusi tahun 1945. 7 (tujuh) siswa bidan Budi Kemuliaan dengan berani bergabung di garis depan peperangan membantu korban perang. Saat itu terdengar seruan Perang dari Pemuda Surabaya dibawah pimpinan Bung Tomo (Sutomo) . Pada tanggal 17 Agustus 1945 Bung Karno  dan Bung Hatta memproklamirkan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, Rumah sakit dan Sekolah Bidan Budi Kemuliaan beralih kembali ke pangkuan pemerintah Republik Indonesia.

Sejarah Rumah Sakit Budi Budi Kemuliaan Tempo Doeloe

Setelah tahun 1945, Belanda kembali mencoba menduduki Indonesia. Dalam aksi penyerangan Belanda di Yogyakarta pada akhirtahun 1948 Presiden Soekarno dan wakil Presiden Moh. Hatta ditawan musuh. Pada masa itu Belanda mengambil alih seluruh Rumah Sakit Umum (CBZ). Hal ini membuat seluruh dokter , tenaga perawat dan pasien meninggalkan CBZ. Dalam situasi  tersebut, Rumah Sakit Budi Kemuliaan yang semula menolong pasien bersalin dan kandungan, ikut menolong pasien datang untuk meminta pertolongan.

Pengabdian terhadap Bangsa

Integritas Budi Kemuliaan dibangun dari serangkaian kebijakan penting yang telah dijalankan secara konsisten oleh anggota perkumpulan yaitu : Tidak boleh menolak pasien dan tidak mengharuskan uang muka telah menjadi rambu yang menjaga Budi Kemuliaan tetap bermartabat. 

Persalinan tempo doeloe RS Budi Kemuliaan

Satu Abad Rumah Sakit Budi Kemuliaan

Melampaui usia  100 tahun Rumah Sakit Budi Kemuliaan selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien – pasiennya melalui penyiapan dokter, bidan dan tenaga medis yang berpengalaman, metode penanganan yang teruji, serta mempersiapkan berbagai fasilitas tepat guna untuk membantu penanganan kegawat daruratan. RSIA Budi Kemuliaan juga mendapatkan kepercayaan dari Program “EMAS” yang diselenggarakan oleh  pemerintah Amerika Serikat (USAID) sebagai model pengembangan 23 rumah sakit dan 93 Puskesmas di 6 Provinsi di Indonesia. Program ini diarahkan untuk membantu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Tepat diusia 101 Tahun mengabdi kepada bangsa. RS Budi Kemuliaan yang sebelumnya adalah RS Ibu dan Anak memperluas cakupan pelayanannya terhadap masyarakat luas agar lebih banyak lagi dapat melayani kesehatan masyarakat dengan berubah secara resmi menjadi Rumah Sakit Umum Budi Kemuliaan pada tanggal 21 Desember 2018.