skrining kesehatan jantung

Perlukah Skrining Kesehatan Jantung ?

Penyakit jantung (kardiovaskuler) adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia dan disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Penyakit ini ada banyak macamnya tetapi yang paling umum adalah Penyakit Jantung Coroner. Artikel ini membahas seberapa perlu Skrining Kesehatan Jantung .

Jenis dan ciri penyakit jantung sebagai berikut: dapat dibaca disini :https://health.kompas.com/read/2020/05/08/043000968/jenis-dan-ciri-ciri-penyakit-jantung?page=all

Kendalikan Penyakit Jantung dengan Gaya Hidup Sehat – JoSS.co.id

Siapakah yang berfaktor risiko terkena penyakit jantung (kardiovaskuler)?

Penyakit Kardiovaskuler dibagi menjadi dua faktor risiko yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi maksudnya adalah faktor risiko ini tidak dapat diubah atau diperbaiki seperti riwayat keluarga, umur, jenis kelamin, dan obesitas sedangkan Faktor risiko yang dapat dimodifikasi maksudnya adalah faktor risiko yang dapat diubah atau dikendalikan sehingga pengaruhnya dapat dikendalikan seperti hipertensi, diabetes melitus baca disini, dyslipidemia, kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat dan stress.

Pada akhirnya siapapun bisa berisiko terkena penyakit jantung  . Oleh karena itu , kita perlu menjaga kesehatan jantung dengan perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari  dengan cara CERDIK dan PATUH.

CERDIK yaitu : Meningkatkan gaya hidup sehat untuk yang belum memiliki penyakit jantung, dengan cara:

  • Cek kesehatan secara berkala
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin aktivitas fisik,
  • Diet sehat dan seimbang
  • Istirahat cukup
  • Kelola stress.

PATUH yaitu : Pola hidup bagi yang telah memiliki penyakit tidak menular (hipertensi,diabetes melitus,dll) dan penyakit jantung coroner:

  • Periksa kesehatan secara berkala
  • Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat
  • Tetap aktivitas fisik yang aman
  • Upayakan diet sehat dan gizi yang seimbang
  • Hindari asap rokok, minuman berakohol dan zat karsinogenik

Oleh karena itu, Deteksi dini (Skrining) kesehatan jantung merupakan hal yang sangat dianjurkan. Mengetahui lebih awal bila terdapat masalah pada kesehatan jantung dapat mengendalikan faktor resiko yang memperberat terjadinya serangan jantung mendadak.

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan skrining?

Deteksi Dini Penyakit Jantung yang dianjurukan oleh Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) dilakukan mulai usia 30 tahun. Namun bila memiliki faktor risiko keluarga terdekat dalam satu keturunan memiliki penyakit jantung atau riwayat meninggal mendadak usia muda , maka skrining dapat dilakukan lebih awal

Skrining Jantung apakah yang diperlukan?

Skrining kesehatan jantung dilakukan oleh dokter ahli. Anda akan dilakukan wawancara (anamnesa) , pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiografi (EKG), echocardiografi atau USG jantung, uji latih beban (tes tridmil), dan CT Scan jantung / MRI jantung bila diperlukan.

Salam Sehat

RS Budi Kemuliaan

Write a comment:

Tinggalkan Balasan

Untuk kasus darurat hubungi (021) 384-2828