PEMERIKSAAN RUTIN UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS

Diabetes melitus atau sering kita sebut dengan “kencing manis” adalah sejenis penyakit yang ditandai dengan keadaan hiperglikemia (tingginya kadar gula dalam darah).

https://rsbudikemuliaan.id/informasi-kesehatan/penyakit-diabetes/

Ada dua tipe diabetes melitus, yaitu :

  1. Diabetes Melitus tipe 1 Pada DM Tipe ini disebabkan oleh tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin karena organ pancreas tidak memproduksi insulin lagi sehingga mereka harus menerima suplay insulin seumur hidupnya. Penyakit ini sering terjadi pada usia dewasa muda atau anak-anak sehingga disebut juga Diabetes Juvenil dan penderita sangat tergantung dengan suplay insulin dari luar sering juga disebut sebagai diabetes insulin-dependent. Penyakit ini merupakan bawaan yang tidak dapat dicegah ataupun disembuhkan namun dapat dikendalikan.
  2. Diabetes Melitus tipe 2. Pada DM tipe ini disebabkan oleh kekurangan hormon insulin untuk menurunkan kadar gula dalam darah yang dipengaruhi oleh faktor genetic dan juga lingkungan. Pengangan yang efektif seperti olahraga yang teratur, mengelola pola makan, menghindari merokok, mengeontrol kadar lemak dan tekanan darah dapat mencegah kompilkasi yang serius serta kematian dini.

 

Apa saja faktor risiko kencing manis?

  1. Faktor risiko yang tidak dapat diubah

Meliputi ras, etnik, riwayat keluarga dengan kencing manis, riwayat melahirkan bayi dengan berat bayi > 4kg atau riwayat pernah menderita kencing manis pada kehamilan, riwayat lahir dengan berat badan rendah.

  1. Faktor risiko yang dapat diubah

Meliputi kegemukan, kurang olahraga atau aktivitas fisik, tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, makan tinggi gula namun rendah serat.

 

Apa saja komplikasi penyakit kencing manis?

Komplikasi kencing manis ada 2 jenis :

  1. Komplikasi akut yang bisa berakibat kematian.

Meliputi :

  1. Krisis hiperglikemia atau kadar gula dalam darah terlalu tinggi.
  2. Hipoglikemia atau kadar gula darah rendah (<70 mg/dl).
  3. Komplikasi kronik yang mengakibatkan cacat.
  4. Makroangiopati : pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), pembuluh darah tepi (penyakit arteri perifer), dan pembuluh darah otak (stroke).
  5. Mikroangioati : retinopati diabetic, nefropati diabetic, neuropati diabetic, kardimyopati.

 

Pemeriksaan apa saja untuk skrining komplikasi pada pasien DM?

  1. Berat badan, tinggi badan, tanda vital termasuk tekanan darah.

Harus melakukan pemeriksaan setiap pasien datang untuk periksa.

  1. Profil lemak dalam keadaan puasa : kolesterol total, HDL, LDL

Pemeriksaan profil lemak dalam keadaan puasa pelaksanaannya harus  pada saat diagnosis ditegakkan dan kemudian setiap 1-3 tahun tergantung indikasi (pada pasien DM dengan gangguan lemak darah, pemeriksaan harus dilakukan lebih sering).

  1. Tes fungsi hati : SGOT, SGPT
  2. Tes fungsi ginjal : kreatinin serum dan estimasi laju filtrasi glomerulus

Melakukan Pemeriksaan minimal 1 tahun sekali.

  1. Tes urin rutin, termasuk albumin urin

Melakukan pemeriksaan minimal 1 tahun sekali.

  1. Elektrokardiogram (EKG)
  2. Foto rontgen dada (bila ada indikasi : TBC, penyakit jantung kongestif).
  3. Pemeriksaan kaki secara Minimal dilakukan setiap satu tahun.
  4. Pemeriksaan mata (meliputi funduskopi)

Pemeriksaan mata rutin dilakukan setiap 2 tahun pada pasien tanpa temuan retinopati diabetic pada skrining awal dan setiap 1 tahun pada pasien dengan temuan retinopati diabetic.

 

Anjuran bagi penyandang DM tipe 2

  1. Peningkatan pengetahuan tentang kencing manis

Peningkatan pemahaman dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyakit tersebut serta menurunkan kecemasan / kekhawatiran yang berlebihan.

  1. Diet seimbang

Perencanaan makan yang terbaik adalah nutrisi yang seimbang dengan penyesuaian oleh individu masing-masing, mempertimbangkan jenis kelamin, usia, tinggi dan berat badan, aktivitas fisik / pekerjaan sehari-hari, kondisi penyakit, obat yang dikonsumsi, penyakit penyerta dan lain sebagainya.

Pengaturan makan dapat menggunakan metode piring, yaitu :

  • Penuhi sekitar 2/4 piring dengan sayuran non tepung.
  • Kemudian, isi ¼ piring dengan makanan berprotein.
  • Sisanya, ¼ bagian terakhir pada piring harus diisi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks.
  1. Olahraga teratur

Manfaat olahraga akan membantu mengendalikan gula darah karena meningkatkan sensitivitas sel terhadap hormon insulin.

  1. Minum obat sesuai anjuran dokter

Penyandang diabetes harus minum obat DM tipe 2 secara rutin dengan dosis dan aturan pakai sesuai anjuran dokter.

  1. Pemantauan gula darah secara rutin

Pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara rutin dapat berguna untuk dokter dalam menyusun rencana terapi bagi penyandang diabetes, merancang keseimbangan gizi pasien, dan mengetahui sedini mungkin risiko komplikasi yang terjadi.

Write a comment:

Tinggalkan Balasan

Untuk kasus darurat hubungi (021) 384-2828