Q AND A MENGETAHUI SEPUTAR HIV AIDS

Bagaimana cara skrining hiv , di manakah, wajibkah , berbayarkah?

Mengetahui tentang status HIV seseorang dapat dengan melakukan pemeriksaan darah (antibodi HIV) di layanan kesehatan. Hampir semua layanan kesehatan melayani tes HIV seperti klinik (terdapat pemeriksaan Tes HIV) , Puskesmas, dan Rumah Sakit dan untuk hasil tes akan didapatkan di hari yang sama.

Sesuai dengan SE Kemenkes 2018, untuk melakukan tes Hiv  secara rutin kepada :

  1. Semua pasien yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, di daerah dengan situasi epidemi HIV meluas seperti di Papua dan Papua Barat.
  2. Di daerah selain itu :
  • Pasien dengan gejala terkait HIV-AIDS (termasuk pada anak dengan malnutrisi) baca disini ciri-ciri orang terkena HIV https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1756146/16-tanda-yang-menunjukkan-orang-terinfeksi-hiv-
  • Semua pasien TB, semua ibu hamil, semua pasien IMS, semua pasien hepatitis B,C
  • Populasi kunci HIV : Laki- laki berhubungan sex dengan laki-laki (lsl), waria, wanita pekerja sex (wps) , pengguna jarum suntik(penasun )
  • Warga binaan pemasyarakatan
  • Pasangan ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS)

Pemeriksaan tes HIV mendapatkan subsidi dari Pemerintah. Pemeriksaan tes HIV gratis bisa mendapatkannya di puskesmas. Sementara untuk di  Rumah Sakit menyesuaikan dengan kebijakan Rumah Sakit. 

Apakah  ada obat untuk Penderita HIV AIDS?

Kabar baiknya, HIV ada obatnya dengan memberikan ARV kepada Klien HIV positif dan mengkonsumsinya seumur hidup. Mendapatkan ARV bisa di fasilitas layanan kesehatan yang memiliki layanan PDP HIV , baik klinik yang melayani HIV, Puskesmas ataupun Rumah Sakit. Pengobatan ARV untuk Klien HIV positif harus seumur hidup. HIV tidak dapat disembuhkan, namun mencegah terjadinya AIDS bisa dengan pengobatan ARV. Pada ODHA harus melakukan pemeriksaan darah rutin setiap 6 bulan sampai 1 tahun untuk memonitor efektivitas pengobatan HIV.

Apa yang harus Orang Lakukan dengan HIV positif agar tidak berlanjut menjadi kondisi berat?

Bagi ODHA agar tidak berkembang menjadi AIDS harus melakukan:

  1. konsumsi ARV rutin sesuai jadwal
  2. kontrol rutin ke dokter untuk deteksi gejala infeksi sehingga bisa segera diobati
  3. pola hidup sehat
Write a comment:

Tinggalkan Balasan

Untuk kasus darurat hubungi (021) 384-2828