Waspada, Kanker Tersering Menyerang Anak

 Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, untuk mengetahui kanker pada anak lebih sulit karena anak-anak pada umumnya belum mampu untuk mengemukakan apa yang mereka rasakan. Batasan umur anak yang maksudnya  adalah setiap orang yang berusia di bawah 18 tahun.

Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Jika tidak melakukan tindakan pengendalian yang memadai, maka pada tahun 2030 diperkirakan 26 juta orang akan menderita kanker dan 17 juta di antaranya akan meninggal dunia. https://www.instagram.com/p/CLTM8D6DA2t/

Faktor Risiko dan Penyebab Kanker pada anak

Faktor risiko dan penyebab kanker pada anak merupakan interaksi dari 4 faktor, yaitu genetik, zat kimia, virus, radiasi. Peningkatan prevalensi kanker pada masa kanak-kanak dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti infeksi atau beberapa polutan lingkungan.

6 jenis kanker yang sering menyerang pada anak, yaitu :

  • Leukemia atau kanker darah

merupakan penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang. Kanker ini merupakan kanker yang tersering terjadi di Indonesia yaitu sekitar 3/4 kasus dari seluruh kasus keganasan yang terjadi. Leukomia berciri-ciri seperti produksi sel darah putih yang berlebihan sehingga menyebabkan produksi sel darah lainnya terganggu. Secara epidemiologi, Leukemia Akut merupakan 30-40% dari keganasan pada anak, puncak kejadian pada usia 2-5 tahun, angka kejadian anak di bawah usia 15 tahun rata-rata 4-4,5/100.000 anak pertahun. Gejala leukemia antara lain pucat, lemah, anak rewel, napsu makan menurun; demam tanpa sebab yang jelas; pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening; kejang sampai penurunan kesadaran; pendarahan kulit dan atau pendarahan spontan; nyeri tulang, seringkali terjadi dengan anak tidak mau berdiri dan berjalan, dan lebih nyaman digendong; pembesaran buah zakar dengan konsistensi keras.

 

  • Retinoblastoma

adalah tumor ganas primer pada mata yang sering terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun dengan insidens tertinggi pada usia 2-3 tahun. Kanker ini bisa terjadi pada satu atau kedua mata. Gejala yang sering timbul berupa manik mata berwarna putih, kemudian mata kucing, juling, kemerahan, pembesaran bola mata, peradangan jaringan bola mata, dan penglihatan buram.

 

  • Osteosarkoma atau kanker tulang pada anak

Adalah keganasan yang timbul di tulang. Sering terjadi pada anak menjelang remaja di atas 10 tahun. Anak laki-laki lebih banyak menderita kanker tulang dari pada anak perempuan dan puncak angka kejadiannya pada usia 15-19 tahun. Kanker ini memiliki ciri-ciri gejala seperti nyeri tulang di malam hari atau setelah beraktivitas; pembengkakan, kemerahan dan hangat di area nyeri tulang; patah tulang setelah aktivitas rutin; gerakan tulang terbatas; nyeri menetap di punggung; demam, cepat lelah, penurunan berat badan, dan pucat.

 

  • Limfoma Maligna

adalah keganasan primer jaringan getah bening yang bersifat padat. Angka kejadian tertinggi yaitu pada usia 7-10 tahun, dan lebih banyak terjadi pada anak laki-laki dari pada anak perempuan dengan perbandingan 2,5 : 1. Gejala yang harus diwaspadai antara lain pembengkakan kelenjar getah bening di leher yang progresif di leher, ketiak, pangkal paha, dan tanpa rasa nyeri; sesak napas, tersumbatnya saluran pencernaan, demam, keringat malam, lemah, lesu, nafsu makan berkurang, penurunan berat badan.

 

  • Karsinoma Nasofaring

Adalah tumor ganas pada daerah antara hidung dan tenggorokan. Seringkali tumor ditemukan terlambat karena tidak mudah untuk melakukan pemeriksaan oleh mereka yang bukan ahli. Hampir 60% tumor ganas kepala dan leher merupakan karsinoma nasofaring yang diikuti oleh tumor ganas hidung dan sinus paranasal (18%), laring (16%), dan tumor ganas rongga mulut, tonsil, hipofaring. Gejala dini yang perlu diwaspadai adalah ingus bercampur darah, pilek dan air ludah kental, hidung tersumbat, mimisan, tuli sebelah, telinga berdengung, nyeri telinga, rasa penuh di telinga. Pada gejala lanjut terdapat pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher, gangguan visus, penglihatan ganda (diplopia), kelopak mata turun (ptosis) dan kesulitan membuka mulut, gangguan menelan (disfagia) Kesemutan dan kebas pada daerah muka.

  • Neuroblastoma

yaitu tumor embrional dari sistem saraf simpatis yang berasal dari cikal bakal jaringan saraf. Gejala antara lain pendarahan di sekitar mata dan mata menonjol; nyeri tulang; perut terasa penuh dan diare; kelopak satu sisi mata menurun, kontraksi pupil, mata kering, pembengkakan di leher; nyeri, lumpuh, gangguan fungsi kandung kemih dan usus.

 

 

Namun demikian, sifat penyakit keganasan pada anak berbeda dengan dewasa. Jenis keganasan yang terjadi pada anak juga berbeda dengan dewasa. Beberapa di antaranya memberi respons yang lebih baik terhadap pengobatan, terutama bila melakukan pengobatan pada stadium dini. Tubuh anak juga lebih tahan terhadap efek samping kemoterapi. Kejadian penyakit keganasan pada anak sulit dalam pencegahannya, namun untuk beberapa jenis keganasan, pengobatan yang dilakukan dengan tepat pada stadium awal dapat mencapai kesembuhan.

Oleh karena itu penting bagi orang tua maupun petugas kesehatan untuk mengenali gejala awal kanker pada anak dan berharap petugas kesehatan dapat mendiagnosa kanker pada stadium awal untuk mencapai keberhasilan pengendalian kanker.https://rsbudikemuliaan.id/informasi-kesehatan/cara-menurunkan-resiko-kanker/

 

Salam Sehat

RS Budi Kemuliaan.

Write a comment:

Tinggalkan Balasan

Untuk kasus darurat hubungi (021) 384-2828