LANSIA AKTIF, MANDIRI DAN SEHAT

Siapa bilang jika semakin lanjut usia (LANSIA), semakin tak berdaya? Lanjut usia boleh, semangat dan kesehatan pantang surut.

Sesuai undang-undang dan badan kesehatan dunia, lansia adalah seseorang dengan usia 60 tahun ke atas. Penetapan 29 Mei sebagai Hari Lanjut Usia Nasional untuk mengingatkan nilai historis dan strategis, Tujuannya, menggugah perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan lansia serta untuk menghormati dan menghargai keberadaan lansia di tengah masyarakat, yang selalu diperingati setiap tahunnya.

Peran LANSIA Dalam Mewujudkan Keluarga Sehat

Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia 26,82 juta jiwa (9,92%). Badan Pusat Statistik memperkirakan Jumlah tersebut akan meningkat seiring peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tercermin dari peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia. Secara global memprediksi populasi lansia terus mengalami peningkatan lebih tinggi dari pada populasi lansia di dunia setelah tahun 2100.

Lansia dapat berperan dalam mewujudkan keluarga sehat yaitu dengan memanfaatkan pengalaman yang sudah mereka miliki dan pemberian pengetahuan kesehatan yang sesuai.

Masalah Kesehatan Yang Sering Terjadi pada LANSIA

Seiring bertambahnya umur, akibat proses penuaan fungsi fisiologis mengalami penurunan sehingga penyakit tidak menular bermunculan pada lansia. Masalah degeneratif juga berdampak pada turunnya daya tahan tubuh sehingga rentan terkena infeksi penyakit menular. Hasil Riskesdas 2013, penyakit terbanyak pada lanjut usia adalah Penyakit Tidak Menular yakni hipertensi, artritis, stroke, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) https://www.instagram.com/p/CHttoDsjImb/ dan Diabetes Melitus (DM) https://rsbudikemuliaan.id/informasi-kesehatan/pemeriksaan-rutin-untuk-penderita-diabetes-melitus/.

Di masa Pandemi yang belum berakhir ini, pada kelompok lansia teridentifikasi sebagai kelompok kematian tertinggi Covid 19 di Indonesia, yaitu sebesar 44%.

Lansia juga  memiliki resiko tinggi akan keparahan penyakit jika memiliki penyakit penyerta sebelumnya seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan paru paru. Oleh sebab itu, lansia menjadi lebih rentan terhadap covid 19. Sehingga membutuhkan pencegahan covid 19 yang lebih matang terhadap lansia, mengingat jika terinfeksi covid 19 maka akan terjadi resiko gejala yang lebih berat.

 

Tips Menjaga Kesehatan Bagi LANSIA Pada Masa Pandemi COVID-19

  1. Jaga kebersihan dengan mencuci tangan pada air mengalir atau hand sanitizer
  2. Tetap menjaga jarak (physical distancing) karena orang di sekitar kita mungkin saja terinfeksi Covid-19 namun tidak memiliki gejala
  3. Hindari perjalanan yang tidak perlu
  4. Selalu pastikan mengkonsumsi obat untuk Lansia yang sebelumnya memiliki penyakit penyerta
  5. Pastikan keluarga yang merawat lansia dalam kondisi sehat
  6. Paham dan selalu perhatikan tanda kegawatan pada lansia, jika terdapat tanda sebagai berikut : demam, sesak, nafsu makan menurun, lemas, jatuh, tampak mengantuk atau gelisah, terlebih utama jika lansia tersebut memiliki gangguan komunikasi dan gangguan memori.

 

Baru baru ini pemerintah berencana mencanangkan kawasan ramah lansia untuk daerah yang dinilai ramah dengan lansia, sehingga akan ada pedoman dan kriteria yang akan ditetapkan oleh panitia yaitu beberapa kementerian dan lembaga terkait.

Lansia yang kuat dan tangguh, cerminan Indonesia hebat. “Menua bukan berarti berhenti berkembang”.

 

 

Sumber:

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (www.pusdatin.kemkes.go.id)

Departemen Kesehatan  RI, 2006

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

www.covid19.go.id

www.gov.cdc

www.papdi.or.id

  1. 29 Mei 2021

    Sangat bermanfaat informasinya.

Write a comment:

Tinggalkan Balasan

Untuk kasus darurat hubungi (021) 384-2828