Waspada Penyakit Demam Berdarah Dengue !!

Hasil gambar untuk nyamuk dbd demam berdarah dengue

Apakah penyakit DBD itu?

DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.

Kapan Waktu Beresiko Terjangkit DBD?

Biasanya pada waktu peralihan dari musim panas ke musim hujan. Untuk nyamuk Aedes Aegypti, Frekuensi menghisapnya meningkat pada waktu siang hari.

Bagaimana Cara Mendeteksi DBD ?

Diagnosa ditegakkan dengan pemeriksaan oleh dan ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium, antara lain Pemeriksaan Darah Rutin, NS-1 dan Antibodi Dengue.

Apa Gejala Orang yang Terkena DBD?

Gambar terkait

  1. Demam tinggi 2-7 hari, demam DBD bisa mencapai 40 Celcius
  2. Nyeri pada sendi dan otot
  3. Sakit kepala parah dan sakit pada bagian belakang mata
  4. Mual dan muntah
  5. Ruam Kemerahan pada kulit
  6. Diare

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan

  1.  Segera periksa ke dokter apabila panas lebih dari 2 (dua) hari, atau ada tanda pendarahan seperti bintik-bintik merah di kulit (tidak hilang bila di tekan)
  2. Lakukan pemeriksaan laboratorium
  3. Cukupi kebutuhan cairan

Fakta terkait Demam Berdarah Dengue

Apakah DBD dapat menyerang seseorang lebih dari sekali?

Ya, DBD dapat menyerang seseorang walau orang tersebut pernah terjangkit DBD. Resiko seseorang yang pernah terjangkit DBD juga lebih besar.

Bagaimana melakukan pencegahan DBD?

  1. Dengan melakukan 3M seminggu sekali
  2. Menggunakan pelindung tubuh, seperti lotion atau kelambu saat tidur
  3. Lakukan vaksinasi DBD. konsultasikan dengan dokter tentang pentingnya vaksinasi.

Hasil gambar untuk 3m plus

Fase-Fase Dari Penyakit Demam Berdarah Dengue

Agar Anda dapat lebih waspada terhadap demam berdarah dengue, penting mengenali fase-fase pada penyakit tersebut, yaitu:

  • Fase demam

Pada fase ini, ditandai dengan demam tinggi selama 5-7 hari. Fase ini ditandai dengan adanya demam tinggi, nyeri di belakang mata, pusing, mual, dan muntah.

  • Fase kritis atau fase kebocoran plasma

Pada fase ini suhu tubuh mulai turun, dan Anda tidak lagi mengalami demam tinggi. Namun, justru ini merupakan fase yang paling berbahaya. Sebab, ada kemungkinan terjadi kebocoran plasma darah yang tidak terdeteksi atau terjadi perdarahan. Keduanya berpotensi mengancam jiwa.

Fase kritis dapat terjadi pada 3-7 hari sejak mengalami demam dan berlangsung selama 24-48 jam. Pada masa ini, cairan tubuh harus dipantau ketat. Diusahakan agar pasien tidak mengalami baik kekurangan cairan maupun kelebihan cairan. Biasanya pemantauan dokter terhadap pasien yang mengalami fase kritis akan lebih ketat sampai fase ini selesai dan pasien memasuki masa penyembuhan.

  • Fase Penyembuhan

Setelah melewati fase kritis, pasien akan memasuki fase penyembuhan. Fase penyembuhan akan terjadi sekitar 48-72 jam setelah fase kritis. Di fase ini, cairan dari luar pembuluh darah akan kembali masuk ke dalam pembuluh darah. Oleh karena itu, sangat penting menjaga cairan yang masuk tidak berlebihan. Cairan yang berlebihan masuk ke dalam pembuluh darah dapat membahayakan pasien pada fase ini. Pasien dapat meninggal akibat gagal jantung dan edema paru. Apabila keseimbangan cairan baik, maka perbaikan kondisi penderita DBD akan tampak dengan meningkatnya selera makan, merasa lebih baik dan lebih aktif. Jumlah trombosit akan meningkat dengan cepat hingga mencapai angka sekitar 150.000/mikro liter darah, sampai kemudian kembali ke jumlah normal.

Write a comment:

Tinggalkan Balasan

Untuk kasus darurat hubungi (021) 384-2828