CARA MENURUNKAN RESIKO KANKER

Cara Menurunkan Resiko Kanker. Kanker adalah penyakit yang terjadi ketika perubahan sekelompok sel normal di dalam tubuh dan menyebabkan pertumbuhan abnormal yang tidak terkontrol sehingga membentuk benjolan yang disebut tumor . Jika tidak ada pengobatan, tumor dapat tumbuh dan menyebar ke jaringan normal di sekitarnya atau ke bagian tubuh lain melalui aliran darah dan sistem limfatik sehingga dapat mempengaruhi sistem pencernaan, saraf, dan peredaran darah atau melepaskan hormon yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh.

Kanker menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia setelah jantung dan stroke dan penyebab kematian nomor dua di dunia. Jumlah angka kematian se dunia akibat kanker pada 2018 berjumlah 9,6 juta. Sementara di Indonesia di tahun yang sama berjumlah 207.210. Kanker paru-paru, prostat, kolorektal, perut dan hati adalah jenis kanker yang paling umum pada pria, sedangkan payudara, kanker kolorektal, paru-paru, serviks dan tiroid adalah yang paling umum di antara wanita.

 

 Sepertiga dari kanker umum dapat dicegah.

Sejumlah Faktor yang berbeda menjadi penyebab Kanker Penyebab Kanker. Penting untuk mengingat bahwa, meskipun beberapa faktor penyebab kanker tidak dapat diubah seperti genetik, usia, dan jenis kelamin, Namun sekitar sepertiga kasus kanker  untuk pencegahannya dengan  cara perubahan perilaku dan mengatur pola makan. Berharap dengan perubahan perilaku ini dapat menurunkan resiko terjadinya kanker .

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk cara menurunkan risiko Kanker antara lain:

1.Tidak / Berhenti Minum Alkohol

Bukti bahwa semua jenis minuman beralkohol adalah penyebab sejumlah kanker sekarang lebih kuat daripada sebelumnya. Alkohol dapat meningkatkan risiko 6 jenis kanker, termasuk usus (kolorektal), payudara, mulut, faring dan laring (mulut dan tenggorokan), esofagus, hati, dan perut . Bukti menunjukkan bahwa secara umum, orang yang mengonsumsi alkohol maka semakin tinggi risiko kanker, dan bahkan asupan alkohol dalam jumlah sedang pun meningkatkan risiko kanker.

2. Mencegah terjadinya Obesitas

Secara umum, peningkatan berat badan yang lebih besar atau obesitas, terutama saat orang dewasa, berkaitan dengan risiko kanker yang lebih tinggi.

3. Mengkonsumsi Makanan Sehat dan Menjaga Pola Makan yang Baik

Para ahli menyarankan bahwa diet dan asupan nutrisi, terutama diet tinggi daging merah, daging olahan, makanan asin dan sedikit mengkonsumsi buah dan sayuran berdampak pada risiko kanker, terutama kolorektum, nasofaring dan abdomen.

4. Berolahraga secara Teratur

Aktivitas fisik secara teratur tidak hanya membantu mengurangi lemak tubuh berlebih dan risiko kanker yang terkait dengan hal ini, tetapi aktif secara fisik dapat membantu mengurangi risiko kanker usus besar, payudara, dan endometrium .

5. Berhenti Merokok

Asap tembakau mengandung setidaknya 80 zat penyebab kanker yang berbeda (agen karsinogenik). Saat menghirup asap, bahan kimia masuk ke paru-paru, masuk ke aliran darah dan mengangkut ke seluruh tubuh. Inilah sebabnya mengapa merokok atau mengunyah tembakau tidak hanya menyebabkan kanker paru-paru dan mulut, tetapi juga terkait dengan banyak kanker lainnya. Semakin banyak seseorang merokok, semakin muda mulai merokok, dan semakin lama merokok, maka semakin meningkatkan risiko kanker. Saat ini penggunaan tembakau bertanggung jawab atas sekitar 22% kematian akibat kanker .

6. Hindari Radiasi Pengion

Sumber radiasi buatan manusia dapat menyebabkan kanker dan berisiko bagi pekerja. Ini termasuk sinar-x, sinar gamma dan bentuk lain dari radiasi energi tinggi. Paparan radiasi ultraviolet yang berkepanjangan dan tanpa pelindung sinar matahari, dan tanning bed juga dapat menyebabkan melanoma dan keganasan kulit.

7. Hindari zat Karsinogenit Pada Tempat Kerja

Beberapa orang berisiko terpapar zat penyebab kanker karena pekerjaan yang mereka lakukan. Misalnya, pekerja di industri pewarna kimia memiliki insiden kanker kandung kemih yang lebih tinggi. Asbestos adalah penyebab kanker di tempat kerja yang terkenal – terutama kanker yang sering kita sebut mesothelioma, yang paling sering menyerang penutup paru-paru.

8. Infeksi – Agen infeksius bertanggung jawab atas sekitar 2,2 juta kematian akibat kanker setiap tahun 

Hal tersebut tidak berarti bahwa kanker ini dapat menularkan contohnya seperti infeksi; sebaliknya, virus dapat menyebabkan perubahan pada sel yang membuatnya lebih mungkin menjadi kanker.

9. Perilaku Hidup Sehat melalui Deteksi Dini dan Pencegahan terhadap Infeksi Virus maupun Bakteri

Sekitar 70% infeksi dari Human Papillpmavirus menyebabkan kanker serviks, sedangkan virus Hepatitis B dan C dapat menyebabkan kanker hati dan Limfoma Non-Hodgkin, dan limfoma terkait dengan Epstein-Barr virus .Melakukan pemeriksaan secara rutin atau melakukan konsultasi dini terhadap keluhan yang terjadi merupakan langkah terbaik untuk melindungi agar keluhan tidak berlanjut kearah yang lebih berat.

https://rsbudikemuliaan.id/informasi-kesehatan/bbs-3-bebaskan-dirimu-dari-kanker-leher-rahim-narsum-dr-dwirani-amelia-spog-rs-budi-kemuliaan/

https://www.instagram.com/p/CDcfbF4jqTk/

Mari berkomitmen untuk mencegah terjadinya kanker dengan merubah perilaku hidup lebih sehat dan memiliki pola makan  yang sehat.

 

Salam Sehat

Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

Write a comment:

Tinggalkan Balasan

Untuk kasus darurat hubungi (021) 384-2828