Bagaimana cara memakai masker yang benar ? Pilih Masker kain atau masker medis?

Menurut data dari Kemenkes jumlah pasien Confirm Covid – 19 pertanggal 6 Agustus telah mencapai 118.753 orang. bagaimana cara memakai masker yang benar adalah salah satu bagian dari strategi untuk melindungi diri dan mecegah penyebaran covid-19, WHO merekomendasikan agar masyarakat bagaimana cara memakai masker yang benar jika ada penularan secara luas di masyarakat, dan terutama jika aturan menjaga jarak fisik tidak dapat dijalankan. Namun perlu dingat bahwa penggunaan masker saja tidak cukup untuk memberikan tingkat perlindungan yang memadai terhadap COVID-19. Anda juga harus menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain, membersihkan tangan Anda secara teratur, dan menghindari menyentuh wajah dan masker Anda.

Mengapa memakai masker penting? Penyebaran virus Covid-19 semakin dipahami setiap harinya. Menurut bukti saat ini, penyebaran virus COVID-19 terjadi terutama antara orang melalui rute droplet (percikan) dari saluran pernapasan dan kontak. Oleh karena itu penyebarannya bisa langsung maupun tidak langsung. Penyebaran langsung adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi atau secara tidak langsung melalui kontak dengan permukaan lingkungan langsung atau benda-benda yang digunakan untuk atau oleh orang yang terinfeksi.

Sebagian orang yang terinfeksi virus COVID-19 tidak mengalami gejala sama sekali sehingga mengindikasikan bahwa orang yang tidak mengalami gejala pun dapat menyebarkan virus kepada orang lain. Oleh karena itu WHO mendorong masyarakat untuk tetap memakai masker karena :

  1. Pemakaian masker bertujuan pengendalian sumber infeksi (orang yang sudah terinfeksi agar tidak menularkan keorang lain) dan pencegahan penularan (orang yang belum terinfeksi agar tidak tertular dari orang yang terinfeksi)
  2. Resiko terpajan meningkat pada masyarakat yang tinggal di pemukinan padat dan di pemukiman zona merah
  3. Resiko pekerjaan yang berkontak erat dengan orang banyak, seperti naik kendaraan umum, bekerja dilayanan publik, dll

Saat ini dapat dibedakan dua jenis masker, yaitu masker medis dan non medis. Masker medis didefinisikan sebagai masker bedah atau prosedur yang datar atau memiliki lipatan. Karakteristik kinerjanya diuji menurut serangkaian metode uji terstandar (ASTM F2100, EN 14683, atau yang setara) yang bertujuan untuk menyeimbangkan filtrasi yang tinggi, kemudahan bernapas yang memadai, dan (opsional) resistansi penetrasi cairan. Sementara masker non medis disebut juga dengan masker kain. Masker nonmedis dapat terbuat dalam kombinasi-kombinasi jenis kain, urutan lapisan, dan bentuk. Perbedaan kombinasi kain dan bahan memberikan filtrasi dan kemudahan bernapas yang berbeda-beda. Lalu, kapan dan bagaimana penggunaan masker tersebut adalah:

Anjuran mengenai penggunaan masker dalam konteks COVID-19 baca disini

WHO merekomendasikan pemakaian masker medis dikhususkan untuk :

  1. tenaga medis
  2. Siapa pun yang menunjukkan gejala COVID-19, termasuk orang dengan gejala ringan
  3. Orang yang merawat kasus suspek atau terkonfirmasi COVID-19 di luar fasilitas kesehatan
  4. dan orang-orang berisiko yaitu Orang berusia ≥60 tahun, orang dengan komorbiditas penyerta, seperti penyakit kardiovaskular atau diabetes melitus, penyakit paru kronis, kanker, penyakit serebrovaskular, imunosupresi.

Perlu diingat saat menggunakan masker non medis atau masker kain

  1. Bersihkan tangan Anda sebelum mengenakan masker.
  2. Periksa masker apakah ada yang sobek atau berlubang, jangan gunakan masker yang rusak.
  3. Sesuaikan masker untuk menutupi mulut, hidung, dan dagu Anda, sehingga tidak ada celah di bagian samping.
  4. Hindari menyentuh masker saat mengenakannya.
  5. Ganti masker Anda jika kotor atau basah.
  6. Bersihkan tangan Anda sebelum melepas masker.
  7. Buka masker dengan melepasnya dari tali telinga, tanpa menyentuh bagian depan masker.
  8. Bersihkan tangan Anda setelah melepas masker.
  9. Hati-hati ! Masker nonmedis atau kain dapat meningkatkan potensi COVID-19 untuk menginfeksi seseorang jika masker tersebut terkontaminasi oleh tangan yang kotor dan sering disentuh, atau ditempatkan pada bagian lain dari wajah atau kepala dan kemudian ditempatkan kembali di atas mulut dan hidung

Alternatif masker nonmedis untuk masyarakat umum

Jika terjadi kekurangan persediaan masker nonmedis, pelindung wajah dapat dipertimbangkan sebagai alternatif dengan tetap diingat bahwa pelindung wajah lebih lemah dibandingkan masker dalam hal pencegahan penularan droplet. Jika pelindung wajah digunakan, pastikan rancangannya tepat sehingga menutupi bagian samping wajah dan bagian bawah dagu. Selain itu, pelindung wajah dapat lebih mudah dicuci pagi orang-orang yang lebih kesulitan menggunakan masker medis (seperti penyandang gangguan kesehatan jiwa, disabilitas pertumbuhan, tuna rungu dan kesulitan mendengar, dan anak-anak).

Namun, WHO tidak merekomendasikan penggunaan sarung tangan di tengah masyarakat. Pemakaian sarung tangan dapat meningkatkan risiko infeksi, karena dapat menyebabkan kontaminasi diri atau penularan ke orang lain saat menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian mengenai wajah.

Sumber :

https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/anjuran-mengenai-penggunaan-masker-dalam-konteks-covid-19-june-20.pdf?sfvrsn=d1327a85_2

Untuk kasus darurat hubungi (021) 384-2828