Penyakit Kanker Leher Rahim / Kanker Serviks adalah Penyakit Pembunuh nomer 2 Wanita Indonesia. Mari kita kenali gejalanya, cara pencegahannya dan pemeriksaan apa yang dapat dilakukan untuk mencegah agar kita tidak terjangkit penyakit mematikan ini? Simak Video rekaman acara BBS / Bincang-bincang Selasa Siang tanggal 11 Agustus yang lalu bersama dr. Dwirani Amelia, Sp.OG, salah satu dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan senior di RS Budi Kemuliaan Jakarta.

Menurut WHO, ada 90.000 kasus kematian pada wanita yang disebabkan oleh penyakit kanker. Salah satu jenis kanker yang sering diderita wanita adalah kanker serviks dan kanker leher rahim.

kanker leher rahim

Penting untuk diketahui, bahwa penyakit kanker rahim itu jelas berbeda dengan kanker serviks. Namun kedua penyakit tersebut merupakan salah satu penyakit yang dapat mematikan, terutama bagi kaum wanita.

Cara Mengurangi Risiko Terkena Kanker Serviks

Untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks, ada beberapa hal yang bisa diupayakan, yakni:

1. Melakukan skrining serviks atau Pap smear

Melakukan pemeriksaan panggul dan Pap smear ke dokter secara berkala adalah salah satu cara yang direkomendasikan untuk mendeteksi dini kanker serviks. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui apakah terdapat kelainan pada sel-sel leher rahim.

Pemeriksaan Pap smear dianjurkan untuk dilakukan setiap 3 tahun pada wanita berusia 21-29 tahun, dan setiap 3-5 tahun pada wanita berusia 30-65 tahun.

Jika hasil pemeriksaan mengarah pada kemungkinan kanker serviks, dokter akan memastikannya dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, yaitu kolposkopi dan biopsi.

2. Menjauhi perilaku seks berisiko

Untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks, penting untuk mempraktikkan seks aman. Caranya adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Jika ingin melakukan hubungan seksual tanpa kondom, pastikan pasangan Anda tidak memiliki penyakit menular seksual.

3. Melakukan vaksinasi kanker serviks (vaksin HPV)

Rekomendasi pemberian vaksin HPV adalah sebagai berikut:

  • Diberikan kepada anak perempuan sejak usia 10-13 tahun dengan dosis pemberian ulang hingga 3 kali dalam waktu 6 bulan.
  • Jika vaksinasi HPV diberikan pertama kali saat anak berusia 13 tahun, maka dosis pemberian ulang cukup 2 kali dalam waktu 1 tahun.

Jika belum pernah mendapat vaksin HPV di usia anak-anak atau remaja, maka pemberian vaksin HPV bisa dilakukan pada usia dewasa, sesuai pertimbangan dokter.

Namun, perlu Anda ingat, vaksin HPV hanya mengurangi risiko kanker serviks dan tidak menjamin Anda terlindungi 100 persen dari kanker ini. Anda tetap disarankan untuk menjalani Pap smear guna mendeteksi kanker sejak dini dan menghindari perilaku seks berisiko.

4. Tidak merokok

Merokok atau sering menghirup asap rokok (perokok pasif) dapat membuat wanita lebih rentan terkena kanker serviks. Oleh karena itu, segera hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok.

Karena gejala kanker serviks stadium awal tidak jelas dan bahkan sering kali tanpa gejala, Anda perlu melakukan pemeriksaan skrining secara rutin ke dokter, terlebih jika Anda memiliki risiko untuk terkena penyakit ini. Apabila sudah muncul gejala, segeralah periksakan ke dokter kandungan, tidak perlu menunggu jadwal pemeriksaan rutin selanjutnya.

Untuk kasus darurat hubungi (021) 384-2828